get app
inews
Aa Text
Read Next : Libur Lebaran, Lalu Lintas Blitar Meningkat, Polisi Terapkan Strategi Urai Kemacetan

Harga Naik, Stok Terancam: Perajin Tahu Blitar Dihantui Dampak Konflik Dunia

Rabu, 08 April 2026 | 12:18 WIB
header img
Kedelai impor naik harga. Foto:ist.

BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Gejolak kondisi global akibat konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai berdampak pada berbagai sektor ekonomi, termasuk kenaikan harga bahan baku pangan. Salah satu yang terdampak adalah harga kedelai impor yang dalam dua minggu terakhir terus merangkak naik.

Kenaikan harga tersebut dirasakan langsung oleh para perajin tahu di Kota Blitar. Mereka mulai mengeluhkan mahalnya bahan baku sekaligus khawatir terhadap ketersediaan stok kedelai di pasaran.

Wahyu, salah satu perajin tahu di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, mengungkapkan bahwa lonjakan harga kedelai membuat margin keuntungan usahanya semakin menipis. “Sekarang harga kedelai impor sekitar Rp 10.500 per kilogram. Ini cukup tinggi dibandingkan harga normal, jadi sangat berpengaruh ke biaya produksi,” ujarnya. Selasa, (7/4/2026).

Menurutnya, persoalan tidak hanya berhenti pada kenaikan harga. Ia justru lebih khawatir jika pasokan kedelai terganggu, mengingat sebagian besar pengrajin tahu masih bergantung pada kedelai impor, terutama dari Amerika Serikat. “Kalau harganya naik masih bisa disiasati. Tapi kalau stoknya tidak lancar, itu yang jadi kekhawatiran. Kita tidak tahu ke depan seperti apa,” tambahnya.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut