Gaya Fokus Seni & Budaya Tenda Bertema Kolonial hingga Kerajaan, Uniknya Bazar Blitar Djadoel
BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Event tahunan yang paling dinanti masyarakat Bumi Bung Karno, Bazar Blitar Djadoel, resmi kembali hadir di tahun 2026. Mengusung konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, gelaran kali ini dikemas lebih sederhana namun jauh lebih kental dengan nuansa nostalgia tempo dulu.
Pembukaan acara berlangsung sangat sakral dan kental akan budaya Jawa. Rentetan suara kentungan yang menggema, disusul dengan prosesi pemecahan kendi serta pemotongan pita bunga, menjadi penanda resmi dimulainya pesta rakyat yang memadukan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi mikro ini.
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berkomitmen penuh menjadikan perhelatan ini sebagai wadah strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk sekaligus mendongkrak pendapatan mereka.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan bahwa kesiapan pelaku UMKM tahun ini jauh melampaui ekspektasi. Pemkot Blitar pun berani mematok target perputaran uang yang fantastis selama acara berlangsung di Alun-Alun Kota Blitar. "Kita menargetkan jumlah pengunjung hingga 100 ribu orang dengan perputaran uang dalam lima hari pelaksanaan mencapai di atas Rp1 miliar," ujar Wali Kota yang akrab disapa Mas Ibin tersebut saat membuka acara. Rabu (8/7/2026).
Untuk merealisasikan target besar tersebut, Pemkot Blitar menggandeng sedikitnya 519 usaha kecil mikro lokal. Mas Ibin berharap stimulus lewat event ini mampu membuat usaha milik masyarakat tumbuh meroket dan naik kelas. "Blitar Djadoel edisi kali ini lebih menampakkan kejadulannya. Bahkan tendanya menggunakan konsep tempo dulu. Ada suasana kerajaan, masa kolonial, pra-kemerdekaan, sampai pasca-kemerdekaan. Jadi konsepnya lebih natural dibanding penyelenggaraan sebelumnya," tegas Mas Ibin.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan