Gaya Fokus Seni & Budaya Tenda Bertema Kolonial hingga Kerajaan, Uniknya Bazar Blitar Djadoel
Ambisi ekonomi Pemkot Blitar ini mendapat acungan jempol dan apresiasi penuh dari pemerintah pusat. Tenaga Ahli Menteri UMKM Republik Indonesia, Fahmi Hendri Prasetyo, menilai bahwa Bazar Blitar Djadoel sangat relevan dengan program strategis nasional. "Perhelatan berskala masif ini menjalankan tiga fungsi vital bagi pertumbuhan UMKM, yakni menjadi etalase langsung bagi produk-produk lokal kepada ratusan ribu pengunjung, mempertemukan produsen dengan konsumen potensial lintas generasi, serta memicu iklim kompetisi yang sehat agar pelaku UMKM terdorong untuk berinovasi dan bersiap naik kelas," ungkap Fahmi Hendri.
Pantauan di lapangan pada hari pertama menunjukkan strategi cerdas panitia dalam memperluas segmentasi pasar. Meski tajuk utamanya adalah nuansa jadul, sajian kuliner yang ditawarkan di dalam stan sangat inklusif. Para pengunjung tidak hanya dimanjakan dengan jajanan tradisional tempo dulu yang menggugah kenangan.
Generasi muda juga dimanjakan oleh deretan kuliner kekinian yang sedang naik daun, mulai dari dimsum hangat, manisnya cokelat stroberi, hingga renyahnya crepes. Semua membaur sempurna dalam balutan desain stan yang klasik. “Keren pasar Djadoel, banyak makanan dari generasi ke generasi. Meski lumayan capek untuk keliling stan yang ada di pasar Djadoel, tapi senang bisa menyaksikan kemegahan event ini. Keren, keren,” ungkap Lia salah satu pengunjung asal Tumpang.
Bazar Blitar Djadoel 2026 dijadwalkan masih akan terus berlangsung selama empat hari ke depan. Melihat membludaknya antusiasme warga sejak hari pertama, target perputaran uang Rp1 miliar tampaknya akan melesat menjadi realisasi nyata bagi roda ekonomi di jantung Kota Blitar.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan