Harga Naik, Stok Terancam: Perajin Tahu Blitar Dihantui Dampak Konflik Dunia
Dalam kondisi saat ini, Wahyu harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan. Ia berupaya menjaga kualitas produksi tanpa mengurangi ukuran tahu yang dijual kepada konsumen. Setiap hari, ia mengolah sekitar 16 kilogram kedelai dan mampu menghasilkan kurang lebih 176 potong tahu siap jual.
Namun, kenaikan harga bahan baku membuat keuntungan yang diperoleh semakin tipis. Bahkan, peningkatan biaya produksi tidak sepenuhnya bisa diimbangi dengan kenaikan harga jual.
Wahyu memilih untuk tidak menaikkan harga maupun mengurangi ukuran produk demi menjaga daya beli dan loyalitas pelanggan. “Kalau harga dan ukuran tetap, ya keuntungannya jadi tipis,” jelasnya.
Para perajin tahu di Blitar berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi konkret, baik melalui stabilisasi harga kedelai maupun jaminan ketersediaan pasokan. Hal ini dinilai penting agar usaha kecil tetap mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global yang tidak menentu.
Editor : Aini Arifin