Sepertiga Kuota Hampir Tercapai, Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Berjalan Lancar Tanpa Delay
Meski demikian, dalam pelaksanaan operasional masih terdapat 38 kursi kosong (open seat). Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti jemaah sakit yang dirawat di rumah sakit sebanyak delapan orang, tiga pendamping, enam orang tunda keberangkatan, perpindahan kloter sebanyak 18 orang, serta alasan teknis lainnya.
PPIH juga mencatat adanya satu jemaah yang wafat di Arab Saudi, dengan informasi detail yang telah disampaikan melalui keterangan resmi sebelumnya. Anam menegaskan, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan jemaah, terutama yang mengalami kendala menjelang keberangkatan. “Kami memastikan jemaah yang tertunda keberangkatannya mendapatkan penanganan terbaik di embarkasi, sehingga dapat segera diberangkatkan setelah dinyatakan layak terbang,” jelasnya.
Saat ini, tercatat 10 jemaah masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Rinciannya, delapan jemaah sakit, dengan satu di antaranya telah diberangkatkan serta tiga orang pendamping. Sebagian dari mereka telah dijadwalkan berangkat pada kloter berikutnya.
Sementara itu, pada 1 Mei 2026, PPIH Embarkasi Surabaya juga bersiap menerima kedatangan sekitar 1.900 jemaah dari lima kloter yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Lamongan, Bojonegoro, Jember, Malang, Magetan, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, dan Sidoarjo.
PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas layanan agar seluruh rangkaian ibadah haji berjalan aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh jemaah.
Editor : Aini Arifin