Teror Sampah di Sidoarjo Diduga Dilakukan Lagi Masriah, Korban Mengalah Demi Hindari Konflik
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Ketenangan warga RT 1/RW 1 Desa Jogosatru, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, rupanya belum benar-benar pulih. Setelah sempat viral karena konflik pembuangan kotoran manusia, kini tetangga Masriah, Ibu Wiwik Winarti, kembali mengaku mengalami gangguan serupa dengan modus berbeda.
Jika sebelumnya aksi pembuangan dilakukan tepat di depan rumah, kini sampah disebut dibuang di jalan umum dan area paving yang menjadi akses keluar-masuk rumah Wiwik.
Meski lokasinya sedikit bergeser, keberadaan sampah tersebut tetap dinilai mengganggu kenyamanan warga sekitar. “Dia sekarang buangnya di jalanan umum, di paving. Sepertinya tidak peduli, yang penting tidak persis di depan gerbang saya. Tapi itu tetap jalan yang saya lewati setiap hari,” ujar Wiwik kepada iNews Sidoarjo, Selasa (12/5).
Menurut Wiwik, jenis sampah yang dibuang juga beragam. Mulai dari sampah rumah tangga basah dan kering hingga bungkusan plastik yang diduga berisi air kencing. “Pernah ada dua plastik kuning di depan gerbang. Cucu saya yang tahu sepulang sekolah. Baunya sangat menyengat, bau pesing,” ungkapnya.
Karena merasa terganggu dengan bau menyengat tersebut, Wiwik akhirnya membersihkan sendiri plastik tersebut menggunakan air. “Ya akhirnya saya siram sendiri pakai air karena keluarga saya yang terganggu baunya,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga mengaku pernah menemukan bekas ceceran oli serta sisa makanan berbungkus kertas minyak di sekitar rumahnya. Aksi tersebut disebut sudah berlangsung sejak Ramadan hingga setelah Hari Raya Idulfitri lalu. Meski merasa resah, Wiwik memilih menahan diri dan menghindari perselisihan berkepanjangan dengan tetangganya tersebut.
Ia bersama warga sekitar lebih memilih membersihkan sampah yang menumpuk agar lingkungan tetap nyaman. “Saya mengalah saja daripada ramai terus. Kalau terlalu menumpuk dan berbau, biasanya saya bersama warga lain yang membakar atau membersihkannya. Yang penting sekarang tidak separah dulu,” tuturnya.
Hingga kini, warga sekitar masih memantau kondisi lingkungan setempat guna mengantisipasi terulangnya gangguan serupa yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan publik.
Editor : Aini Arifin