Boyong Natapraja dan Lahirnya Kabupaten Nganjuk, Begini Penjelasan Sejarawan Lokal

Johnarief
Foto jadul hari jadi Kabupaten Nganjuk. (Foto: Istimewa).

NGANJUK, iNewsSidoarjo.id - Peristiwa Boyong Natapraja pada 6 Juni 1880 merupakan pemindahan pusat pemerintahan dan pejabat Kabupaten Berbek ke Nganjuk, bukan kelahiran Kabupaten Nganjuk.

Hal itu disampaikan Pegiat Sejarah Nganjuk, Sukadi, yang menegaskan bahwa masyarakat perlu membedakan antara Hari Jadi Nganjuk tahun 937, peristiwa Boyong Natapraja tahun 1880, dan lahirnya Kabupaten Nganjuk sebagai entitas administratif pada 1929.

Menurut Sukadi, kekeliruan memahami tiga peristiwa tersebut sering memunculkan anggapan bahwa Nganjuk lahir pada tahun 1880. Padahal, peristiwa yang terjadi pada 6 Juni 1880 adalah perpindahan ibu kota dan aparatur pemerintahan Kabupaten Berbek ke Kota Nganjuk yang dilaksanakan sesuai tata adat Jawa pada masa Bupati Sosrokusumo III.

Nama kabupaten saat itu masih tetap Kabupaten Berbek. “Perlu dipahami bahwa tahun 1880 adalah momentum Boyong Natapraja atau perpindahan pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk. Kabupatennya masih bernama Berbek. Jadi tidak tepat jika disebut sebagai lahirnya Kabupaten Nganjuk,” kata Sukadi kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan, Hari Jadi Nganjuk yang diperingati setiap 10 April merujuk pada keberadaan Anjuk Ladang sebagaimana tercatat dalam Prasasti Anjuk Ladang tahun 937 Masehi.

Editor : Aini Arifin

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network