SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Niat mengikuti ujian susulan di sekolah justru berujung petaka bagi Rado, 19. Mantan salah satu siswa SMK swasta di Sidoarjo itu, diduga mencuri Honda Scoopy milik Mukri, 55, yang sedang ditinggal salat duhur di area Masjid Al Mukminin, sekolah tersebut, Sabtu (19/9/2026) siang.
Motor Honda Scoopy warna hijau bernopol W 2905 NDZ milik warga Jalan Bebekan Timur Jagalan, Kelurahan Bebekan, Kecamatan Taman, Sidoarjo, itu raib saat diparkir di area masjid sekolah dalam kondisi stang tidak terkunci.
Mukri baru menyadari motornya hilang ketika hendak pulang. Ia kemudian melapor kepada penjaga sekolah dan meminta rekaman CCTV untuk mengetahui keberadaan kendaraannya. "Saat ditinggal salat duhur, sepeda motor saya yang diparkir di sekolah ternyata hilang. Saya baru mengetahui saat mau pulang, kemudian langsung lapor penjaga sekolah dan meminta rekaman CCTV," ujar Mukri, Senin (21/9/2026).
Dari rekaman kamera pengawas sekitar pukul 13.30 WIB, terlihat seseorang membawa motor tersebut keluar dari area sekolah. Salah satu kamera CCTV bahkan diduga sempat dirusak pelaku. Namun, kamera lainnya masih berhasil merekam aktivitas pelaku hingga identitasnya mulai terungkap.
Informasi mengenai pelaku kemudian diketahui dan rekaman CCTV diteruskan anak Mukri kepada sejumlah rekannya melalui grup WhatsApp. Dari informasi yang beredar, pelaku diketahui merupakan warga Desa Masangan Kulon, Kecamatan Sukodono.
Mukri bersama anaknya lantas berusaha mencari keberadaan pelaku. Keduanya sempat mendatangi sebuah warung kopi yang biasa menjadi tempat nongkrong Rado. Namun, pelaku tidak berada di lokasi.
Pencarian berlanjut ke rumah Rado. Saat tiba di sekitar rumah tersebut, Mukri dan anaknya melihat Rado berada di depan rumah. Keduanya kemudian mengamankan Rado dan menanyakan keberadaan motor yang hilang.
Terungkap, motor tersebut ternyata telah digadaikan Rado kepada tetangganya senilai Rp5 juta. Uang hasil gadai itu disebut masih utuh.
Petugas Polsek Taman yang menerima pengaduan masyarakat (dumas) kemudian mendatangi lokasi di Desa Masangan Kulon. Rado selanjutnya diamankan dan dibawa ke Mako Polsek Taman untuk menjalani pemeriksaan.
Di hadapan petugas, Rado mengakui perbuatannya. Ia berdalih nekat mencuri karena sedang tidak memiliki uang. "Saya melakukan itu karena tidak punya uang. Ini juga baru pertama kali saya melakukan pencurian," aku Rado.
Rado mengaku sebenarnya datang ke SMK Muhammadiyah II untuk mengikuti ujian susulan. Setelah ujian selesai, ia melihat motor Mukri terparkir dengan kondisi stang tidak terkunci. "Saya datang ke sekolah karena mengikuti ujian susulan. Setelah selesai ujian, saya mengambil motor yang stangnya tidak terkunci, lalu saya tuntun keluar dan parkir di Indomaret dekat sekolah," ungkapnya.
Setelah itu, Rado mengaku dijemput kakaknya untuk pulang. Sesampainya di rumah, ia kemudian meminta seorang temannya mengantarkan kembali ke lokasi untuk mengambil motor tersebut dengan alasan kunci kendaraan hilang.
Kasus pencurian tersebut kini masih ditangani Polsek Taman. Rado bersama barang bukti Honda Scoopy serta uang Rp5 juta hasil menggadaikan motor telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi pemilik kendaraan agar tidak mengabaikan keamanan motor, meski hanya ditinggalkan sebentar. Memastikan stang terkunci dan menggunakan pengaman tambahan dapat memperkecil peluang kendaraan menjadi sasaran pencurian.
Editor : Hidayat Adi
Artikel Terkait
