Banjir Rob Ganggu Aktivitas Perekonomian Warga, Petambak Rugi Miliaran Rupiah

Hidayat Adi
kondisi warung makan dan tambak di desa Tambak Cemandi, saat banjir rob belum datang. Saat rob menerjang, wilayah ini akan tergenang luapan air laut hingga menyulitkan akses kendaraan maupun warga yang beraktivitas. Foto:ist.

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Banjir rob yang terjadi di desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, juga berdampak pada sektor perekonomian warga. Selan merendam jalan dan permukiman, luapan air laut menggenangi ratusan tambak milik petani tambak di kawasan pesisir pantai.

Berdasarkan data yang diperoleh dari ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Desa Tambak Cemandi, Thohir, ada sekitar 207 tambak di area pesisir pantai yang menjadi langganan terjangan banjir rob, hingga tidak lagi produktif.

Bahkan petani tambak dipastikan gagal panen, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. “Ada 207 pintu tambak yang tidak bisa produktif, gagal panen. Kalau dihitung-hitung dari seluruh tambak yang tidak produktif itu, kerugian bisa mencapai Rp20 miliar,” jelas Thohir.

Tak hanya petani tambak, banjir rob juga berdampak pada sektor perekonomian warga lainnya, seperti usaha kolam pemancingan pemilik usaha kuliner, hingga penjual jasa pencabutan duri ikan bandeng. Genangan air laut di jalan desa, menyebabkan pengunjung dan pembeli menurun drastis.

Bahkan, banyak warung makan hingga penjual jasa cabut duri ikan bandeng memilih tutup karena sepinya pembeli saat banjir datang. Salah satu pedagang warung makan, Kholifah, mengaku pendapatannya menurun sejak rob semakin sering terjadi.

Editor : Aini Arifin

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network