SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Dugaan kebocoran informasi mewarnai pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Sabtu (11/7) malam.
Saat aparat gabungan menyisir sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai lokasi praktik prostitusi dan peredaran minuman keras (miras), sebagian besar warung remang-remang telah tutup dan aktivitas di dalamnya nyaris tidak ditemukan.
Meski demikian, operasi yang dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana itu tetap membuahkan hasil. Petugas mengamankan 12 botol minuman keras, enam Lady Companion (LC), serta seorang pemilik warung karaoke di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo. Seluruhnya dibawa ke Kantor Satpol PP Kabupaten Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan administrasi serta skrining kesehatan, termasuk tes HIV/AIDS oleh Dinas Kesehatan.
Operasi berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 23.00 dengan melibatkan personel Kodim 0816 Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dispendukcapil Kabupaten Sidoarjo. Tiga lokasi menjadi sasaran, yakni kawasan warung remang-remang di Desa Tanjek Wagir, Kecamatan Krembung, lokalisasi Krengseng di Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian, serta warung karaoke di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo.
Di dua lokasi pertama, petugas tidak menemukan Pekerja Seks Komersial (PSK). Yang tersisa hanya bilik-bilik kamar, alat kontrasepsi, serta beberapa orang yang diduga dalam kondisi mabuk. Di kawasan Krengseng, petugas juga membongkar dan memusnahkan sebagian bangunan yang diduga digunakan untuk praktik asusila.
Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Yany Setyawan mengatakan, Operasi Pekat merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan ketertiban umum sekaligus menekan penyebaran HIV/AIDS yang masih menjadi persoalan di Kabupaten Sidoarjo. "Ya, kegiatan pada malam ini adalah Operasi Pekat yang kita lakukan bersama TNI-Polri, Dinas Kesehatan, dan Dispendukcapil dalam rangka mewujudkan kondisi aman di Sidoarjo," ujarnya.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
