get app
inews
Aa Text
Read Next : Pohon Tumbang Timpa Truk yang Melintas di Trosobo Sidoarjo, Lalu Lintas Macet

Banjir Rob di Dusun Kepetingan Sudah 9 Tahun, Warga Desak Pembangunan Tanggul Segera Diselesaikan

Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:56 WIB
header img
Suasana upacara bendera saat banjir rob belum surut di SMPN Satu Atap Buduran, dusun Kepetingan, desa Sawohan pada Senin 13 Juli 2026. Foto:ist

SIDOARJO, inewsSidoarjo.id - banjir rob yang terjadi di dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, masih terus terjadi. Meski sudah ada tanggul penahan luapan air, namun belum berfungsi maksimal, karena belum menutup sempurna.

Kondisi tersebut terjadi setiap hari, meski hanya beberapa jam. Kadangkala air pasang laut meluap ke permukiman melalui sungai, pada pukul 8 pagi, lalu surut sekitar jam 10 pagi. Di hari lain, kondisinya bisa berbeda jam. Kepala dusun Kepetingan Edi, mengatakan kondisi itu sudah terjadi sejak kisaran 9 tahun lalu. “Kalau banjir rob ini sudah lama, sekitar 9 tahunan. Warga tentu resah dan terganggu, tapi gimana lagi, sudah biasa,” ujarnya, Jumat 17/7/2026.

Saat rob melanda, genangan air bisa merendam jalan kampung, masuk ke dalam rumah hingga menggenangi sekolah. Kondisi itu bisa lebih parah pada bulan-bulan tertentu. Edi menyebut, pada kisaran November hingga Desember, banjir rob bisa lebih besar, dibanding bulan lainnya. “Kalau di pertengahan tahun, biasanya tidak terlalu besar. Tapi kalau bulan 11 dan 12 banjirnya bisa lebih besar,” ungkap Edi.

Untuk menanggulangi banjir rob itu, sebenarnya sudah dipasang tanggul beton pembatas antara sungai dan permukiman, agar air tidak masuk. Namun, hal itu belum maksimal, sebab tanggul yang dipasang belum menutup seluruh area batas sungai dan permukiman. “Sudah ada tanggulnya, cuma ya itu belum menutup seluruhnya. Panjang batas yang belum tertutup sekitar 150 meter,” jelas Edi.

Kepala desa Sawohan, M. Yahya Ardiansyah mengatakan, warga sudah mulai biasa dengan kondisi banjir rob. Namun, warga tetap berharap pembangunan tanggul bisa segera diselesaikan, untuk meminimalisasi banjir yang masuk ke permukiman. “ Warga disana sudah lama mengalami banjir rob, sehingga sudah mulai beradaptasi. Namun, mereka sangat berharap pembangunan tanggul bisa segera diteruskan, agar dampaknya tidak terlalu parah. Syukur jika akhirnya air tidak lagi masuk ke permukiman,” pungkas Ardiansyah.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut