Gagal Teramati, Posisi Hilal di Bukit Condrodipo Masih Minus 2 Derajat

Agus Ismanto
Tim Perukyat hilal di Kabupaten Gresik. Foto:ist.

Kegiatan rukyatul hilal ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Forkopimda Gresik, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam, hingga para santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Jawa Timur. ​

Ketua LFNU Gresik, Muchyiddin Hasan, menjelaskan bahwa rendahnya posisi hilal menjadi faktor utama hilal tidak teramati. ​"Ketinggian hilal di Gresik saat ini masih berada di bawah ufuk, terpantau di angka minus 1 hingga minus 2 derajat. Dengan posisi tersebut, secara ilmiah hilal mustahil untuk dapat dilihat," ujar Muchyiddin di lokasi pemantauan. ​

Kondisi hilal yang berada di bawah ufuk ini memperkuat potensi bahwa bulan Sya’ban akan digenapkan atau istikmal menjadi 30 hari. Jika demikian, maka awal Ramadan diperkirakan akan jatuh pada lusa. ​Seluruh hasil pengamatan dari titik strategis Bukit Condrodipo ini akan segera dilaporkan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik untuk diteruskan ke Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta.

Data ini nantinya akan menjadi salah satu rujukan utama dalam Sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang dipimpin oleh Menteri Agama.

Editor : Aini Arifin

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network