GRESIK, iNewsSidoarjo.id – Deru mesin pabrik kini bukan lagi sekadar suara latar bagi para siswa SMK PGRI 1 Gresik. Di balik seragam sekolah mereka, tersimpan ambisi besar untuk menguasai teknologi yang tengah mengubah wajah industri dunia: Robotika dan Kecerdasan Buatan (AI).
Langkah konkret ini diwujudkan melalui peluncuran program "Spring School" oleh PT Indospring Tbk. Bukan sekadar kerja sama biasa, program ini merupakan evolusi dari kemitraan yang telah terjalin selama 14 tahun. Jika sebelumnya kolaborasi berfokus pada kelas industri konvensional, kini kurikulum yang diajarkan sepenuhnya disinkronisasi dengan kebutuhan pabrik modern yang serba otomatis.
Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono, menegaskan bahwa robotisasi bukan lagi masa depan, melainkan realitas hari ini. "Persaingan industri ke depan semakin ketat. Pilihannya hanya satu: beradaptasi dengan robotisasi," ujarnya saat membuka program di Gresik, Sabtu (14/2).
Namun, masuk ke dunia robotika tidaklah mudah. Standar yang diterapkan PT Indospring Tbk menyerupai seleksi masuk perusahaan profesional. Dari total 720 siswa yang berminat tahun ini, hanya 36 siswa atau sekitar 5 persen saja yang berhasil lolos melalui penyaringan ketat.
Kepala SMK PGRI 1 Gresik, Arif Susanto, mengungkapkan bahwa sebelum menyentuh perangkat teknologi tinggi, fondasi utama yang dibangun adalah karakter. "Prosesnya panjang, terutama dalam membentuk kedisiplinan. Siswa kami mendapatkan pendidikan robotik dan budaya industri selama delapan jam per minggu," jelas Arif.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
