Wanita Asal Banten Bikin Heboh di Jalan Raya Waru Sidoarjo, Sempat Halangi Kendaraan
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Pengendara di Jalan Raya Waru sempat dibuat panik oleh seorang wanita yang berdiri di tengah jalan dan menangis histeris, Senin (5/10/2026) pagi. Wanita berusia sekitar 20-an tahun itu bahkan sempat tergeletak di pinggir jalan sebelum akhirnya ditenangkan petugas Satlantas Polresta Sidoarjo.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Wanita yang mengenakan baju biru muda dan celana putih itu berada di tengah Jalan Raya Waru hingga menghalangi kendaraan yang melintas.
Kondisi tersebut membuat warga melapor kepada petugas. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan berusaha membujuk wanita tersebut agar menepi dari tengah jalan demi keselamatannya dan pengguna jalan lainnya.
Setelah berada di bahu jalan, wanita tersebut masih menangis histeris. Kepada petugas, dia mengaku berasal dari Pandeglang, Banten. Namun, wanita tersebut tidak menyebutkan identitas maupun namanya.
Petugas kemudian memberikan waktu agar wanita tersebut menenangkan diri. Polisi juga memberikan minum dan tidak banyak mengajukan pertanyaan karena khawatir kondisinya kembali tidak terkendali.
Sekitar lima menit kemudian, kondisinya mulai tenang. Wanita tersebut kemudian meminta diantar ke masjid terdekat karena ingin menghubungi keluarganya.
Kanit Patroli (Turjawali) Satlantas Polresta Sidoarjo Iptu Celvin Ferdinando Samosir mengatakan, petugas memilih tidak banyak menggali informasi saat wanita tersebut masih dalam kondisi histeris. “Wanita tersebut akhirnya minta diantar ke masjid terdekat mengaku akan menghubungi keluarganya,” kata Celvin, Selasa (6/10/2026).
Wanita tersebut kemudian diantar ke Masjid Besar Al Hidayah, Gedangan. Penjaga masjid, Galang, mengatakan, saat tiba di masjid, wanita itu masih terlihat ketakutan. “Saya gak sempat ajak ngobrol, takut nekat lagi,” ujarnya.
Sekitar pukul 09.00 WIB, kerabat wanita tersebut dari Surabaya datang menjemput menggunakan sepeda motor. Setelah itu, wanita asal Pandeglang tersebut dibawa oleh keluarganya.
Editor: Hidayat Adi