get app
inews
Aa Text
Read Next : Dua Kebakaran Terjadi Bersamaan di Sidoarjo, TPS dan Truk Sampah Dilalap Api

Sejumlah Pelajar yang Diduga Membolos, Terjaring Razia Satpol PP Sidoarjo

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:16 WIB
header img
Sejumlah pelajar terjaring di warung kopi dalam razia yang dilakukan Satpol PP Sidoarjo. Foto:ist

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Jam sekolah bukan waktunya nongkrong di warung kopi. Namun, pemandangan tersebut masih ditemukan di sejumlah tempat nongkrong di Kabupaten Sidoarjo. Dalam razia gabungan, Kamis (20/8/2026), Satpol PP Kabupaten Sidoarjo bersama Satpol PP Provinsi Jawa Timur menjaring sembilan pelajar yang kedapatan berada di warung kopi saat jam pelajaran berlangsung.

Razia tersebut menyasar sejumlah warung kopi dan tempat nongkrong yang dinilai kerap menjadi lokasi berkumpulnya pelajar saat jam sekolah. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan kenakalan remaja sekaligus menjaga ketertiban dan kedisiplinan pelajar di Kabupaten Sidoarjo.

Petugas gabungan yang diterjunkan terdiri dari 20 personel Pleton Tiga Satpol PP Sidoarjo, delapan personel Satpol PP Provinsi Jawa Timur, serta 13 personel Patmor (Patroli Motor).

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran antara lain Warkop Gayeng di pertigaan Desa Kemiri, Sidoarjo, warung kopi di belakang Rusunawa Pucang Sidoarjo, Warkop Suli di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, serta Warkop Kapling Siwalanpanji.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Raden Novianto Koesno Adi Putro mengatakan, razia tersebut merupakan bagian dari operasi penyakit masyarakat (Pekat) gabungan. Selain menyasar pelajar yang membolos, kegiatan tersebut juga menjadi langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja. "Langkah preventif untuk mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja. Hari ini kami melaksanakan operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) gabungan bersama Satpol PP Provinsi Jawa Timur," kata Novianto.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga dilakukan untuk menekan potensi permasalahan sosial yang dapat muncul di kalangan remaja, termasuk penyalahgunaan lingkungan tempat nongkrong serta peredaran minuman beralkohol. "Langkah ini merupakan tindakan preventif, khususnya dalam menekan lonjakan kasus HIV/AIDS di Jawa Timur serta membatasi peredaran minuman beralkohol di kalangan remaja dan pelajar," ujarnya.

Sembilan pelajar yang terjaring kemudian diamankan ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Sidoarjo. Mereka didata dan diberikan pembinaan sebelum diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing. "Siswa yang terjaring langsung kami amankan ke Mako Satpol PP Sidoarjo untuk mendapatkan pembinaan, sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing," jelas Novianto.

Satpol PP Sidoarjo juga menegaskan pembinaan tidak berhenti setelah pelajar dipulangkan. Apabila pelajar yang sama kembali kedapatan membolos atau melakukan pelanggaran serupa, petugas akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. "Jika kedapatan mengulangi lagi, kami akan limpahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) agar ada efek jera," tegasnya.

Novianto menambahkan, langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah perilaku membolos, nongkrong tanpa tujuan saat jam sekolah, maupun potensi kenakalan remaja lainnya.

Razia gabungan tersebut berlangsung tertib, aman dan lancar. Satpol PP Sidoarjo memastikan kegiatan serupa akan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelajar di Kabupaten Sidoarjo.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut