Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jatuh dari Motor Saat Melintas, PNS Bapas Medaeng Meninggal di Jalan Ketegan Taman Sidoarjo
Advertisement . Scroll to see content

Remaja 15 Tahun Jadi Korban Pengeroyokan dan Bacok Celurit di Buduran Sidoarjo

Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:34 WIB
  • author Nanang Ichwan
Remaja 15 Tahun Jadi Korban Pengeroyokan dan Bacok Celurit di Buduran Sidoarjo
Potongan tangkapan layar dari video amatir saat korban diserang dua orang tak dikenal. Foto:ist

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Malam hendak membeli rokok berubah menjadi petaka bagi R, 15, warga Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Remaja tersebut tiba-tiba ditarik dari belakang oleh dua orang tak dikenal, dipukuli, lalu dibacok menggunakan celurit di sebuah warung pinggir Jalan Raya Banjarkemantren, Kecamatan Buduran.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (30/9/2025) dini hari, di warung yang berada di seberang kawasan Pabrik Maspion 2. Akibat pengeroyokan itu, R mengalami sejumlah luka pada tubuhnya.

Salah seorang warga, Z, mengatakan kejadian bermula ketika korban datang ke warung untuk membeli rokok. Saat itu, R belum sempat membayar rokok yang dibelinya, tiba-tiba dua orang yang tidak dikenal menariknya dari belakang. "Korban belum sempat membayar, tiba-tiba ditarik dari belakang sama dua orang yang tidak dikenal. Setelah itu korban dipukuli," ujar Z, Kamis (1/10/2026).

Tak lama berselang, beberapa orang lainnya datang ke lokasi. Salah seorang di antaranya diduga membawa senjata tajam jenis celurit dan langsung menyerang korban. "Setelah itu datang teman pelaku. Ada yang membawa celurit dan membacok korban," lanjutnya.

Serangan tersebut membuat R mengalami luka sobek di bagian pinggang belakang dan kaki kiri. Selain itu, terdapat lebam pada bagian punggung, tangan, dan kaki.

Usai kejadian, korban mendapat penanganan atas luka yang dialaminya. Pihak keluarga kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Sidoarjo pada Rabu pagi untuk diproses secara hukum.

Kasihumas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono membenarkan adanya laporan terkait dugaan kekerasan terhadap remaja tersebut. Karena korban masih berusia 15 tahun, penanganan perkara dilakukan oleh unit yang menangani kasus perempuan, anak, dan kelompok rentan. "Benar sudah ada laporan. Saat ini masih dalam proses di Satres PPA dan PPO karena korban masih merupakan anak di bawah umur," kata Tri Novi.

Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi kejadian secara lengkap. Petugas juga tengah mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan tersebut.

Editor: Hidayat Adi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut