Ratusan Relawan SPPG Blitar Raya Gelar Apel di Depan Alun-Alun Kota Blitar, Dukung Program MBG
Menurutnya, jika dihitung berdasarkan jumlah dapur yang direncanakan beroperasi di wilayah Blitar Raya, maka dampak ekonomi yang dihasilkan sangat besar. "Kalau kita kalikan, di Blitar Raya ini ada sekitar 160 dapur. Artinya ada sekitar 5.000 tenaga kerja yang bisa terserap. Ini membuka peluang kerja yang luar biasa bagi masyarakat," katanya.
Tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, Bambang menjelaskan bahwa keberadaan dapur MBG juga menjadi pasar bagi hasil produksi petani, nelayan, peternak, pedagang hingga pelaku UMKM. "Petani, nelayan, pedagang, produk UMKM, peternak semuanya memasok kebutuhan ke dapur-dapur MBG setiap hari. Bayangkan saja, kebutuhan beras untuk satu SPPG dalam sehari mencapai 1 sampai 2 kuintal. Belum kebutuhan lauk, sayur, telur, buah, dan bahan pangan lainnya. Berapa banyak hasil produksi masyarakat yang bisa terserap," ungkapnya.
Karena itu, Bambang menegaskan seluruh relawan, mitra, hingga pemasok berkomitmen mendukung pemerintah agar program tersebut terus berjalan. "Program ini sangat luar biasa. Dari relawan, mitra, supplier, semuanya mendukung pemerintah untuk melanjutkan program ini karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.
Selain memberikan dampak ekonomi, Bambang menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. "Selain memberikan gizi kepada anak-anak, program ini bertujuan menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas sehingga negara kita semakin maju dan berdaulat," pungkasnya.
Usai menyampaikan aspirasinya, mereka membubarkan diri dengan tertib.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan