get app
inews
Aa Text
Read Next : Sadewa, Sapi Simental 1,76 Ton Milik Warga Talun Blitar Jadi Pilihan Presiden Prabowo

Mengenal Perwira Muda TNI Asal Blitar yang Hadir Saat Penyambutan Presiden Prancis di Akmil Magelang

Rabu, 29 April 2026 | 17:09 WIB
header img
Letda Mohammad Bintang Revolusi, F.D., S.Tr. Han. Foto:ist

BLITAR, iNewsSidoarjo.id-Di tengah gemuruh yel-yel yang mengguncang pesisir selatan, saat tradisi pembaretan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tahun 2026 berlangsung, sosok perwira muda asal Blitar tampil memimpin dengan suara lantang, penuh ketegasan, dan kharisma kepemimpinan yang kuat.

Pria itu adalah Letda Mohammad Bintang Revolusi, F.D., S.Tr. Han, perwira muda TNI AD yang kini menjadi salah satu representasi generasi patriot Indonesia. Keberadaannya di garis depan memimpin yel-yel pembaretan bukan sekadar simbol formalitas militer, melainkan representasi dari perjalanan panjang, tempaan disiplin, serta konsistensi prestasi yang telah ia ukir sejak usia muda.

Melangsir dari iNewsTulungagung, momentum pembaretan Kopassus sendiri dikenal sebagai salah satu fase paling sakral dalam perjalanan seorang prajurit. Tradisi ini bukan hanya tentang simbol baret merah, tetapi tentang legitimasi kehormatan yang diraih melalui perjuangan fisik, mental, intelektual, dan loyalitas tanpa kompromi.

Tak heran jika kemudian nama Bintang Revolusi kembali mencuat. Lahir di Blitar pada 7 Juni 2001, Letda Mohammad Bintang Revolusi tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kuat dalam nilai kedisiplinan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia merupakan putra dari Mohammad Trijanto, S.H., M.M., M.H, seorang Direktur Revolutionary Law Firm Kota Blitar, advokat senior sekaligus aktivis hukum yang dikenal luas memiliki komitmen tinggi dalam memperjuangkan keadilan dan memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat.

Sementara sang ibu, Novi Nurhayati, S.P., M.M, merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Sosial Kabupaten Blitar, yang selama ini dikenal sebagai sosok pengabdi negara di bidang pelayanan sosial dan kemanusiaan. Dari kedua orang tuanya itulah tertanam nilai-nilai utama yang membentuk karakter Bintang: ketegasan prinsip, integritas, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama.

Dalam wawancara keluarga, Mohammad Trijanto menegaskan bahwa pendidikan karakter selalu menjadi prioritas utama. "Saya tidak pernah mendidik anak-anak saya hanya untuk menjadi sukses. Saya mendidik mereka agar hidupnya bermakna, berguna bagi bangsa, dan mampu meninggalkan jejak kebaikan," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan putranya hari ini adalah hasil dari proses panjang, bukan sesuatu yang datang secara instan. "Sejarah tidak pernah mencatat mereka yang memilih jalan nyaman. Sejarah ditulis oleh mereka yang berani bertahan di jalan sulit," tambahnya.

Perjalanan pendidikan Letda Mohammad Bintang Revolusi menunjukkan konsistensi yang luar biasa. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Bendogerit 1 Kota Blitar, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kota Blitar, sebelum akhirnya diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang, salah satu lembaga pendidikan kader bangsa paling bergengsi di Indonesia.

Selepas itu, langkahnya berlanjut ke Akademi Militer Magelang, tempat ia menggembleng diri dalam tradisi kepemimpinan militer yang keras dan penuh disiplin. Sejak kecil, Bintang telah menunjukkan kapasitas intelektual yang menonjol, terutama di bidang teknologi komputer. Ia kerap meraih prestasi dalam berbagai kompetisi teknologi. Namun lebih dari itu, yang membuatnya menonjol adalah keteguhan mental.

Di Akademi Militer, ia aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan strategis seperti Macan Tidar, Poltar, dan Bendera. Ia juga dipercaya mengemban jabatan penting seperti, Kasi Pasiop dan Kalemustar Jabatan-jabatan tersebut hanya diberikan kepada taruna dengan kualitas kepemimpinan, tanggung jawab, dan keteladanan yang tinggi.

Puncaknya, pada tahun 2024 ia dinobatkan sebagai Taruna Terbaik Pendidikan Dasar Infanteri, sebuah prestasi prestisius yang menegaskan kapasitasnya sebagai perwira infanteri unggulan. Selain itu, ia juga meraih Tanggon Kosala Perak, penghargaan yang semakin memperkuat rekam jejak prestasinya. Kemampuan Bintang memimpin yel-yel telah dikenal sejak masa taruna.

Dalam dunia militer, memimpin yel-yel bukan sekadar memandu teriakan bersama. Ia menuntut penguasaan emosi, kharisma, ketegasan komando, dan kemampuan membakar semangat kolektif. Konsistensinya dipercaya memimpin berbagai momentum penting hingga pembaretan Kopassus 2026 menjadi bukti nyata bahwa ia memiliki daya kepemimpinan alami.

Tak hanya itu, pada 2025 namanya juga disebut hadir dalam salah satu momen kenegaraan penting di Akademi Militer Magelang saat penyambutan Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama Presiden RI Prabowo Subianto. Momentum tersebut memperlihatkan bahwa kapasitasnya telah mendapatkan kepercayaan di berbagai level.

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut