get app
inews
Aa Text
Read Next : Tertipu Janji Untung Cepat, Ratusan Warga Nganjuk Laporkan Salah Satu Aplikasi

Kakek Tewas Terserempet KA Kertanegara Saat Nekat Melintas di Perlintasan Tertutup di Blitar

Senin, 06 April 2026 | 18:17 WIB
header img
Lokasi kejadian pengendara sepeda angin kerempet kereta api. Foto:ist

BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Seorang kakek bernama Nandam (74), warga Dusun Balong, Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, tewas mengenaskan setelah terserempet kereta api saat nekat melintasi perlintasan yang telah ditutup.

Peristiwa tragis ini terjadi di Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda kayuh yang dikendarai korban dengan Kereta Api (KA) Kertanegara relasi Malang–Purwokerto.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden terjadi di perlintasan sebidang JPL 206 KM 128 yang diketahui sudah ditutup total dan tidak lagi dapat dilalui kendaraan. Meski telah ditutup secara permanen, korban tetap berusaha melintas.

Menurut keterangan saksi, Nandam datang dari arah selatan menuju utara dengan menuntun sepeda ontelnya. Ia bahkan sempat mengangkat sepeda untuk melewati rintangan penutup jalan sebelum akhirnya mencoba menyeberangi rel. “Korban menaiki sepeda ontelnya padahal perlintasan sudah ditutup total,” ujar Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Agus Prayitno.

Pada saat bersamaan, KA Kertanegara dengan nomor lokomotif LOK 167 B melaju kencang dari arah timur ke barat. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Korban bersama sepeda yang dibawanya terpental akibat benturan keras dengan lokomotif.

Petugas dari Satlantas Polres Blitar Kota bersama Polsek Srengat segera mendatangi lokasi untuk melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Polisi juga telah meminta keterangan dari dua saksi di lokasi, yakni Jito (60) dan Yanika Riki (36), yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur yang telah ditutup, meskipun dengan cara mengangkat kendaraan atau menerobos pembatas. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lagi mencoba melintasi jalur yang sudah ditutup. Keselamatan adalah prioritas utama, jangan sampai memaksakan diri yang akhirnya berujung duka,” pungkas AKP Agus Prayitno.

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut