Pemuda Turun dari Tower Kwangsan Sedati Sidoarjo Setelah Dibujuk Tim SAR, Ternyata Ini Motifnya
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Warga di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, dibuat heboh, Rabu (22/4) petang. Seorang pemuda nekat memanjat menara telekomunikasi (BTS) setinggi sekitar 20 meter dan bertahan di atasnya hingga malam hari.
Aksi tersebut berakhir setelah tim SAR gabungan melakukan evakuasi dramatis selama kurang lebih dua jam. Pemuda tersebut diketahui bernama Andika Resta, 25, asal Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia dilaporkan naik ke puncak tower sejak sore, memicu perhatian warga dan aparat setempat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari Polsek Sedati. Satu tim lengkap dengan peralatan vertical rescue diterjunkan ke lokasi. “Awalnya satu rescuer naik terlebih dahulu dengan membawa tali dan melakukan komunikasi dengan survivor,” ujar Didit, Kamis (23/4).
Namun, upaya komunikasi di awal tidak langsung membuahkan hasil. Andika sempat tidak merespons ajakan tim penyelamat. “Awalnya saat dilakukan komunikasi dengan survivor tidak ada respon. Namun ia mulai kooperatif saat tim mulai memasangkan tali pengaman di tubuhnya,” imbuhnya.
Setelah korban mulai kooperatif, proses evakuasi dilanjutkan dengan metode lowering atau penurunan vertikal menggunakan tali. Sebanyak satu rescuer dari Kantor SAR Surabaya dibantu dua personel Damkar BPBD Sidoarjo naik ke atas tower untuk memasang sistem pengaman. “Hal ini dilakukan untuk evakuasi korban dengan cara diturunkan menggunakan tali secara vertical,” jelas Didit.
Sekitar pukul 20.23, Andika akhirnya berhasil diturunkan dengan selamat. Ia kemudian langsung mendapatkan pemeriksaan dari tim medis di lokasi sebelum dibawa ke Puskesmas Sedati untuk penanganan lebih lanjut. Didit menambahkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti motif di balik aksi nekat tersebut.
Namun, dugaan sementara mengarah pada kondisi psikologis korban. “Kami tidak tahu penyebab pasti mengapa survivor melakukan ini, namun dugaan awal adalah karena depresi. Saat pemeriksaan di puskesmas, keadaan survivor selamat dan sehat,” pungkasnya.
Editor : Aini Arifin