Gagal di Dunia Pendidikan, Pemuda 30 Tahun Ini Jadi Miliader Berkat Keahlian IT

Ihsan Permana SP
.
Senin, 21 November 2022 | 12:08 WIB
Dylan Field merupakan pemuda berusia 30 tahun yang saat ini telah berhasil menjadi miliarder muda. (Foto: YouTube Startup Grind)

Singkat cerita, Dylan Field dan Evan Wallace bertemu saat belajar ilmu komputer di Brown University dan memutuskan untuk memulai sebuah perusahaan bersama. Dylan Field diketahui mengambil Beasiswa Thiel.

Namun, dia memutuskan keluar atau drop out (DO) dari perguruan tinggi pada 2012 untuk membangun usaha yang kini berdiri dengan nama Figma. Dylan Field dan Evan Wallace membutuhkan waktu empat tahun untuk meluncurkan versi publik pertama dari papan sketsa virtual mereka untuk para desainer.

Sebagai Co-founder dan CEO Figma, Field memastikan Figma masih akan tetap beroperasi seperti biasa. Bedanya, Dylan nantinya bakal melapor langsung ke President Adobe, David Wadhwani.

"Kami berencana untuk terus menjalankan bisnis Figma seperti cara kami selalu menjalankan Figma. Selain itu, kami juga bakal terus melakukan apa yang kami anggap terbaik untuk komunitas, budaya kerja, dan bisnis kami," ucap Field.

Proses akuisisi ini juga bakal membantu Figma untuk memanfaatkan keahlian Adobe di bidang yang tidak dikuasai perusahaan tersebut. Di antaranya desain 3D, video, desain vektor, dan lain sebagainya.

Dengan begitu, bisnis Figma juga bakal ikutan maju. Akuisisi Figma tidak membuat Field memberikan kepemilikannya penuh kepada Adobe.

Dia masih memiliki sekitar 10 persen dari perusahaan. Forbes memperkirakan kekayaan bersih Field akan meroket menjadi 2 miliar dolar AS atau setara Rp31 triliun setelah kesepakatan selesai pada 2023.

Artikel ini telah tayang di iNews.id, berikut link beritanya :

https://www.inews.id/finance/bisnis/kisah-pemuda-do-dari-kampus-jadi-miliarder-berkat-jual-startup-desain/all

Editor : Nanang Ichwan

Follow Berita iNews Sidoarjo di Google News

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini