SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Warga di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo, geger. Warga yang tengah beristirahat dibuat panik setelah sekelompok pemuda diduga gangster terlibat tawuran hingga masuk ke kawasan permukiman, Minggu (13/9/2026) dini hari.
Kepanikan warga semakin menjadi ketika sejumlah pemuda terlihat membawa senjata tajam (sajam), termasuk celurit. Sebagian lainnya bahkan membawa balok saat berlarian di sekitar rumah warga.
Salah seorang warga, Pradana, mengatakan sedikitnya lima remaja terlihat kabur hingga ke jalan depan rumah warga. Kondisi tersebut membuat warga memilih mengamankan diri di dalam rumah karena khawatir menjadi sasaran. “Kejadiannya Minggu (13/9/2026) dini hari. Mereka bawa sajam dan ada yang membawa balok. Tetangga semua takut dan langsung masuk rumah,” ujar Pradana, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, aksi tersebut bukan kali pertama terjadi. Dua kelompok pemuda yang diduga terlibat tawuran disebut kerap berkumpul dan membuat janji untuk bertemu di sekitar bawah Tol Surabaya-Malang.
Aksi serupa bahkan disebut terjadi pada pekan sebelumnya, tepatnya Minggu (6/9/2026) dini hari. Lokasi keributan juga diduga berpindah-pindah hingga merembet ke kawasan sebelah barat, atau sekitar seberang Grand Heaven. “Itu sudah dua kali. Minggu dini hari sebelumnya, tanggal 6 September, juga sempat terjadi di sana,” katanya.
Sebelum keributan pecah, kelompok pemuda tersebut diduga melakukan konvoi dari kawasan Bundaran Waru menuju bawah Tol Surabaya-Malang. Warga sempat membubarkan mereka hingga kelompok tersebut berpencar ke arah Kelurahan Ketegan, Kecamatan Taman. “Biasanya sekitar pukul 01.00 WIB. Warga sempat mengusir, kemudian mereka buyar ke arah Kelurahan Ketegan, Kecamatan Taman,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Taman Kompol Bagus Kurniawan membenarkan adanya patroli anggota yang berpapasan dengan kelompok pemuda tersebut. Polisi kemudian mengambil tindakan dengan membubarkan kelompok yang diduga hendak melakukan tawuran. “Anggota yang patroli sempat melakukan pembubaran. Kelompok tersebut kemudian lari ke arah Surabaya,” jelas Bagus.
Dalam patroli tersebut, polisi juga mengamankan tiga pemuda yang diduga menjadi pihak yang diserang. Ketiganya tidak kedapatan membawa senjata tajam.
Setelah diamankan dan dimintai keterangan, ketiga pemuda tersebut diminta membuat surat pernyataan. Mereka kemudian diserahkan kepada orang tua masing-masing.
Bagus menegaskan, patroli bakal terus ditingkatkan untuk mencegah aksi tawuran maupun gangguan keamanan yang melibatkan kelompok pemuda. Terlebih, wilayah tersebut berada di kawasan perbatasan sehingga membutuhkan koordinasi antarkepolisian. “Patroli kami coba intensifkan, bersama dengan Polsek Waru juga,” pungkasnya.
Editor : Hidayat Adi
Artikel Terkait
