BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Fenomena krisis siswa melanda wilayah Blitar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Berdasarkan data pantauan daring (online), sebanyak tiga Sekolah Dasar (SD) negeri dilaporkan sama sekali tidak mendapatkan satu pun siswa baru.
Merespons temuan tersebut, Dinas Pendidikan Blitar bergerak cepat dengan menerjunkan tim pengawas untuk mengkaji penyebab kekosongan pendaftar.
Ada tiga faktor utama yang kini tengah didalami, yakni minimnya ketersediaan anak usia sekolah di sekitar lokasi, kekalahan daya saing fasilitas sekolah, serta kendala teknis jaringan internet saat orang tua mendaftar secara online. "Masih kita kaji penyebabnya apa. Apakah potensi muridnya yang memang tidak ada, atau karena kalah bersaing dengan sekolah yang lain," ujar Kepala Dinas Pendidikan Blitar, Agus Santosa, Senin (13/7/2026).
Agus menegaskan, jika hasil evaluasi membuktikan lingkungan sekitar sekolah memang sudah tidak memiliki potensi anak usia didik, pihaknya akan mengambil opsi penggabungan (merger) dengan SD terdekat. Namun, jika masalahnya adalah kalah bersaing, maka kualitas dan fasilitas SD tersebut yang akan ditingkatkan. “Kalau misal potensinya memang tidak ada, kita merger dengan memperhatikan ketersediaan SD di sekitarnya. Tapi kalau potensinya banyak cuma kalah bersaing, tentu kualitas SD tersebut yang harus ditingkatkan," ujar Agus.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan jenjang SMP yang kuotanya dipastikan terpenuhi 100 persen. Di sisi lain, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SD dan SMP di Blitar dipastikan berjalan lancar hingga 17 Juli mendatang. Keputusan final mengenai nasib ketiga SD yang nirsiswa tersebut akan diumumkan resmi dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan
Artikel Terkait
