Kisah Pasutri di Sidoarjo, Hanya 5 Menit Mbeteti Ikan Bandeng Tanpa Sisa Duri demi Pendidikan Anak

Hidayat Adi
Dibutuhkan kejelian untuk menyayat daging ikan bandeng, agar menemukan jalur duri-duri halus yang akan dicabut. Foto: Hidayat Adi.

Sugiarti atau Preti, 15 tahun menekuni usaha jasa cabut duri ikan bandeng hingga hasilnya bisa menopang kebutuhan keluarga sehari-hari. Foto:ist.

Masakan Olahan Bandeng Tanpa Duri Jadi Favorit Wisatawan

Bandeng Sidoarjo yang memiliki ciri fisik bibir merah dan punggung hitam, dikenal enak rasanya dan tidak bau tanah. Hal tersebut karena petani tambak memperhatikan benar sirkulasi air di tambak air payau.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, pada tahun 2024 luas tambak di Sidoarjo mencapai 14 ribu hektar lebih, dengan potensi hasil lebih dari 81 juta kilogram, yang sebagian besar adalah ikan bandeng.

Dengan hasil ikan bandeng yang sangat besar, berbagai sektor penopang olahan jenis ikan air payau tersebut sangat berpotensi meningkatkan perekonomian warga, terutama di sekitar area tambak. “Semoga jasa pencabutan duri bandeng di wilayah ini bisa terus ada Mas. Lumayan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” harap Sugiarti sembari tersenyum.

Editor : Aini Arifin

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network