Bagi Madenan dan Sugiarti yang rumahnya berada di sekitar wisata kolam pemancingan bandeng desa Tambak Cemandi, upah jasa mencabutkan duri bandeng, mampu menopang kebutuhan keluarga sehari-hari. “Alhamdulillah, cukup saja Mas. Bahkan saya juga bisa memasukkan anak saya yang perempuan ke Pesantren di Mojosari,” ujar Perempuan 43 tahun tersebut.
Mencabuti Duri Bandeng Butuh Ketelatenan Memiliki keahlian mencabuti duri bandeng, mungkin tak pernah dibayangkan Sugiarti. Belasan tahun lalu, ia memulainya dengan mengikuti pelatihan yang diadakan Dinas Perikanan Sidoarjo. Dahulu kala, ikan bandeng yang menjadi komoditas perikanan utama kabupaten Sidoarjo, hanya diolah menjadi aneka masakan, tanpa menghilangkan durinya.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
