Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Korsleting Diduga Picu Kebakaran Gudang Mesin Printing di Sidoarjo, Kerugian Rp800 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Pria Ditemukan Tewas di Buduran Sidoarjo, CCTV Rekam Korban Sempoyongan Sebelum Meninggal

Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:26 WIB
  • author Nanang Ichwan
Pria Ditemukan Tewas di Buduran Sidoarjo, CCTV Rekam Korban Sempoyongan Sebelum Meninggal
Polisi dan petugas medis akan mengevaluasi korban ke RS Bhayangkara Porong Sidoarjo. Foto:ist

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Sebelum ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Raya RM Mangundiprojo, Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Agus Susanto, 42, sempat terekam kamera CCTV berjalan kaki dalam kondisi sempoyongan. Rekaman tersebut menjadi salah satu petunjuk polisi dalam menelusuri kejadian yang berlangsung pada Senin (26/10/2026) dini hari itu.

Korban ditemukan tergeletak di sekitar Toko Madura Barokah Mart. Hasil pemeriksaan luar oleh dokter RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, penyebab pasti kematiannya belum dapat dipastikan karena keluarga menolak dilakukan autopsi.

Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan, pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa saksi, serta menelusuri rekaman CCTV untuk mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia. "Dari rekaman CCTV, korban terlihat berjalan kaki sendirian dari arah selatan menuju utara pada pukul 01.19 WIB. Saat itu, korban tampak sempoyongan dan sempat berhenti untuk duduk di sebelah utara lampu lalu lintas sebelum kembali berjalan," ujar Kompol Sugeng, Selasa (27/10/2026).

Rekaman CCTV yang berasal dari kamera Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo di kawasan Traffic Light (TL) Avian Buduran, sekitar 100 meter di sebelah selatan lokasi penemuan, memperlihatkan pergerakan korban sebelum kejadian.

Setelah kembali berjalan ke arah utara, korban melanjutkan perjalanan hingga mendekati lokasi penemuan. Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah kendaraan yang melintas sempat memperlambat lajunya. Polisi menduga korban berada di tengah jalan sebelum akhirnya ditemukan tergeletak.

Informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima petugas piket Polsek Buduran sekitar pukul 01.44 WIB. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Salah seorang saksi, Khairul Anam, penjaga Toko Madura Barokah Mart, mengaku mendapat informasi dari pengendara sepeda motor bahwa ada seseorang tergeletak di pinggir jalan di depan tokonya.

Saat diperiksa, saksi melihat seorang laki-laki tidak dikenal tergeletak dan tidak bergerak. Beberapa pengendara yang melintas kemudian membantu memindahkan korban ke trotoar untuk menghindari risiko tertabrak kendaraan lain.

Petugas selanjutnya mengidentifikasi korban sebagai Agus Susanto, warga Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk menjalani pemeriksaan medis.

Sugeng menegaskan, berdasarkan hasil penelusuran CCTV, tidak terlihat adanya peristiwa kekerasan yang dilakukan orang lain terhadap korban. Temuan tersebut juga sesuai dengan keterangan saksi yang tidak mendengar adanya keributan di sekitar lokasi. "Hasil pemeriksaan luar oleh dokter juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan autopsi," jelasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan kerap mengeluhkan sakit kepala serta nyeri leher. Sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban juga sempat mengeluhkan sakit gigi dan kondisi badan yang tidak enak.

Istri korban, Juwariyah, menerangkan bahwa pada Sabtu (24/10/2026), korban berangkat bersama dirinya dan anak mereka menuju Lumajang. Namun, sepeda motor yang digunakan mengalami masalah di kawasan Pandaan sehingga ditinggalkan di bengkel. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan umum.

Pada Minggu (25/10/2026) sore, korban diantar keponakan istrinya ke Terminal Kalibening, Lumajang, untuk kembali ke Sidoarjo seorang diri.

Pihak keluarga meyakini korban meninggal karena sakit dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat tertanggal 26 Oktober 2026.

Polisi telah mendokumentasikan penolakan autopsi tersebut. Hingga pemeriksaan luar selesai, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sedangkan penyebab pasti kematian belum diketahui.

Editor: Hidayat Adi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut