get app
inews
Aa Text
Read Next : Menyeberang Jalan Dengan Sepeda Angin, Lansia di Sidoarjo Tertabrak Truk

Hadapi Ancaman El Nino, Petani Kopi Blitar Timur Didorong Tingkatkan Kualitas Tembus Pasar Global

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:19 WIB
header img
Aneka produk kopi hasil dari petani kabupaten Blitar dipamerkan untuk menjangkau pasar lebih luas. Foto:ist

Ia mengapresiasi SMK Doko yang telah memiliki pembelajaran barista. Menurutnya, keterampilan tersebut membuka peluang bagi lulusan untuk masuk ke industri kreatif, khususnya sektor kedai dan pengolahan kopi. “Kalau barista banyak anak-anak muda yang bergelut di industri kreatif. Ini kan masuk industri kreatif, kopi-kopian ini. Maka ini bisa mengembangkan,” katanya.

Pelatihan barista dinilai penting agar generasi muda tidak hanya mampu membuat kopi, tetapi juga memahami teknik penyajian yang tepat, mulai dari espresso hingga berbagai jenis kopi susu kekinian. “Jadi mereka tahu cara menyajikan yang benar bagaimana, espresso kemudian termasuk kekinian kopi susu dan sebagainya. Itu ada lombanya juga biar ramai, sehingga akhirnya mereka juga paham cara menyajikan kopi yang enak, yang bagus,” ungkapnya.

Erma berharap peningkatan keterampilan di sektor hilir tersebut dapat berdampak langsung terhadap kualitas rasa sekaligus nilai jual kopi Blitar. “Ini untuk meningkatkan kualitas rasanya sehingga tentunya harganya juga menjadi lebih tinggi. Jadi ini yang harus dilakukan pemerintah untuk mendampingi dan kemudian kopi Blitar bisa lebih terangkat lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Nggogoh Niti, Kecamatan Kesamben, yang dinilai mampu menggelar kegiatan pengembangan kopi dengan baik. “Apresiasi yang setinggi-tingginya untuk masyarakat wilayah Desa Nggogoh Niti, Kecamatan Kesamben ini karena hari ini telah mampu melaksanakan kegiatan yang betul-betul luar biasa,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemkab Blitar telah memberikan berbagai bentuk dukungan kepada petani kopi. Bantuan tersebut di antaranya berupa bibit dan pupuk melalui perangkat daerah terkait. “Kita memberikan bantuan ke para petani kopi itu banyak. Pernah memberikan bibit juga lewat Dinas Pertanian. Kemudian selain itu juga pupuk,” jelas Khusna.

Tak hanya bantuan sarana produksi, pemerintah juga memberikan pendampingan melalui berbagai pelatihan yang mencakup seluruh rantai produksi kopi, mulai dari hulu hingga hilir. “Pelatihan-pelatihan mulai dari hulu sampai ke hilir. Artinya mulai dari penanamannya, pemeliharaannya, kemudian pascapanennya itu kita juga terus mendampingi,” katanya.

Pemkab Blitar juga berupaya memperluas pemasaran kopi lokal dengan membawa produk kopi daerah dalam berbagai pameran. Produk kopi Blitar juga diperkenalkan kepada para pelaku industri kopi dari luar daerah hingga mancanegara. “Kita sering membawa ke pameran, kita juga sering memperkenalkan dengan para pelaku-pelaku kopi dari luar negeri. Artinya bahwa di wilayah Kabupaten Blitar ini banyak juga yang sebagai pemasok untuk ekspor kopi,” pungkas Khusna.

Dalam Event Merdeka Coofee Trail Run yang dikemas dalam Cultur And Sport Tourism Festival itu, tidak saja diikuti warga Blitar, Namun banyak peserta yang datang dari luar Blitar, seperti Malang, Surabaya. Bahkan, banyak perserta yang datang dari Solo, Jawa Tengah.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut