get app
inews
Aa Text
Read Next : Menyeberang Jalan Dengan Sepeda Angin, Lansia di Sidoarjo Tertabrak Truk

Hadapi Ancaman El Nino, Petani Kopi Blitar Timur Didorong Tingkatkan Kualitas Tembus Pasar Global

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:19 WIB
header img
Aneka produk kopi hasil dari petani kabupaten Blitar dipamerkan untuk menjangkau pasar lebih luas. Foto:ist

Erma yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan itu, menilai komoditas kopi masih memiliki prospek ekonomi yang panjang.

Menurut dia, momentum meningkatnya permintaan kopi harus dimanfaatkan dengan terus menjaga produksi dan meningkatkan kualitas. Terlebih, petani Indonesia dinilai memiliki peluang menghadapi tantangan perubahan iklim yang mengancam negara-negara penghasil kopi lainnya. “Sekarang inilah masa-masa yang cukup booming dan saya yakin 10 tahun, 20 tahun masih bagus harganya, kita pun juga bisa bersaing,” katanya.

Selain robusta, Blitar juga memiliki peluang mengembangkan kopi arabika. Erma menyebut kopi arabika memiliki nilai ekonomi tinggi dan saat ini banyak diminati kedai-kedai kopi. “Arabica itu kan sekarang yang lagi in. Satu kilo itu hampir Rp300.000. Dan sekarang coffee shop yang Arabica itu yang dicari orang,” ungkapnya.

Ia mengatakan harga tersebut sejalan dengan karakteristik arabika yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Bahkan, harga secangkir kopi arabika di kedai tertentu dapat mencapai lebih dari Rp50 ribu.

Potensi pengembangan arabika juga mulai terlihat di wilayah Doko. Namun, penanamannya membutuhkan kondisi geografis tertentu, terutama ketinggian lahan.“Kita ada satu di Doko, tadi ada yang dipamerkan. Mudah-mudahan ini bisa meluas karena memang harus ditanam di ketinggian 1.000 meter. Kalau di bawah 1.000 meter tidak bisa,” jelas Erma.

Menurutnya, wilayah Blitar yang memiliki ketinggian sesuai dapat diarahkan untuk pengembangan arabika. Dengan demikian, komoditas kopi Blitar tidak hanya mengandalkan robusta. “Jadi ini menjadi potensi kita, tidak hanya robusta tapi juga arabika,” imbuhnya.

Pengembangan kopi Blitar, lanjut Erma, juga harus menyentuh sektor sumber daya manusia. Salah satunya melalui pendidikan barista bagi anak-anak muda.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut