get app
inews
Aa Text
Read Next : Keluhan Warga Ditindaklanjuti, Kabel Semrawut di Kota Nganjuk Ditertibkan

Sebulan, Pelaku Pembunuhan Sekdin PRKP Bangkalan Masih Diburu

Kamis, 23 Juli 2026 | 20:13 WIB
header img
Tangkapan layar ponsel foto korban bersama Erlan, terduga pelaku pembunuhan. Foto:ist

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Hampir satu bulan sejak jasad Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, ditemukan di dalam mobil dinas di kawasan Bandara Juanda, Sedati, Sidoarjo, misteri kematiannya masih belum terpecahkan. 

Sosok Erlan, 53, pria yang diduga menjadi orang terakhir bersama korban sebelum meninggal dunia, hingga kini masih menjadi buronan aparat.

Di tengah proses pengejaran yang masih berlangsung, keluarga korban terus berupaya membantu penyidik mengungkap keberadaan Erlan. 

Melalui kuasa hukumnya, mereka bahkan menyerahkan bukti baru yang diharapkan dapat mempersempit ruang gerak buronan tersebut.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan bukti yang diserahkan berupa nomor telepon yang diduga masih berkaitan dengan rekan Erlan. "Kami sudah serahkan itu ke penyidik beberapa waktu lalu soal nomor tersebut. Semoga ada titik terang," ujar Risang, Kamis (23/7/2026).

Risang menduga Erlan hingga kini belum meninggalkan Pulau Jawa. Dugaan itu didasarkan pada hasil penelusuran yang dilakukan keluarga ke sejumlah lokasi yang diduga pernah menjadi tempat persembunyian Erlan.

Beberapa lokasi yang sempat ditelusuri di antaranya berada di Kabupaten Banyuwangi hingga sebuah pondok di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebelumnya, Erlan juga disebut pernah bersembunyi di kawasan Jimbaran, Bali. "Kami sempat melakukan penelusuran ke beberapa tempat yang diduga menjadi lokasi persembunyiannya, mulai Kabupaten Banyuwangi sampai salah satu pondok di Tasikmalaya. Sebelumnya dia juga pernah bersembunyi di Jimbaran, Bali," katanya.

Keluarga juga sempat melacak nomor telepon terakhir yang diketahui digunakan Erlan. Berdasarkan hasil penelusuran, nomor tersebut sempat terdeteksi berada di kawasan Jakarta Selatan.

Meski ada kemungkinan nomor itu telah berpindah tangan, Risang menyebut identitas yang muncul pada aplikasi pelacakan masih atas nama Erlan. "Ada kemungkinan nomor tersebut sudah dijual lagi. Namun, ketika kami cek di aplikasi pelacakan, nomor itu masih terdaftar atas nama Erlan," jelasnya.

Mengenai dugaan adanya pihak yang membantu pelarian Erlan, Risang menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk membuktikannya. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya bantuan dari orang-orang terdekat. "Masih harus dipastikan oleh polisi lagi kalau itu," imbuhnya.

Diketahui, Erlan merupakan pria yang terekam bersama Ruly Yunis Setiawati sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Keduanya diduga sempat bertemu di wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Erlan diketahui pernah tinggal di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Pria kelahiran Kota Parepare itu juga disebut memiliki rumah di Makassar, Sulawesi Selatan.

Nama Erlan mencuat setelah rekaman kamera pengawas di gerbang Bandara Juanda Terminal 1 pada 20 Juni memperlihatkan dirinya diduga mengendarai mobil dinas milik korban sebelum memarkirkannya di area bandara dan meninggalkan lokasi.

Penyidik menduga Ruly telah meninggal dunia sebelum mobil tersebut dibawa ke Bandara Juanda. Empat hari kemudian, tepatnya pada 24 Juni, jenazah korban ditemukan oleh sejumlah pengemudi taksi online setelah melihat darah mengalir dari dalam mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut.

Sementara itu, Kasihumas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan. Polisi juga terus berkoordinasi dengan Subdit Jatanras Polda Jawa Timur untuk memburu Erlan. "Masih dalam penyelidikan dan pengejaran," tegasnya.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut