Cegah Anggota Terjerat Judol dan Pinjol, Polresta Sidoarjo Periksa Handphone Personel
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Pengawasan internal di lingkungan Polresta Sidoarjo diperketat. Tak hanya mengecek kedisiplinan saat apel pagi, personel Polri dan ASN juga menjalani pemeriksaan alat komunikasi atau handphone untuk memastikan tidak ada yang terlibat aktivitas judi online (judol) maupun pinjaman online (pinjol).
Pemeriksaan tersebut dipimpin Wakapolresta Sidoarjo AKBP Mohammad Zainur Rofik, didampingi Kasi Propam Polresta Sidoarjo Iptu Achmad Gusairi bersama anggota Propam.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan sekaligus pembinaan personel. Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi merugikan anggota, keluarga, hingga mencoreng nama baik institusi kepolisian. “Pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengawasan dan pencegahan. Kami ingin memastikan seluruh anggota Polri maupun ASN di lingkungan Polresta Sidoarjo tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun institusi, termasuk judi online dan pinjaman online,” tegas AKBP Mohammad Zainur Rofik, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, pemeriksaan secara berkala merupakan langkah preventif untuk menjaga disiplin dan integritas personel. Selain itu, anggota juga diingatkan agar menggunakan perangkat digital secara bertanggung jawab. “Kami mengingatkan seluruh personel agar bijak menggunakan handphone dan media digital. Jangan sampai teknologi justru digunakan untuk hal-hal yang melanggar aturan atau berdampak buruk terhadap kehidupan pribadi maupun kedinasan,” ujarnya.
Wakapolresta menegaskan, anggota kepolisian harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat. Karena itu, setiap personel dituntut menjaga perilaku, disiplin, serta integritas dalam menjalankan tugas. “Anggota Polresta Sidoarjo harus mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Karena itu, setiap personel dituntut menjaga disiplin, integritas, serta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum maupun kode etik,” katanya.
Dia menambahkan, pencegahan sejak dini dinilai penting agar tidak ada personel yang terjerumus dalam aktivitas judi online maupun terlilit persoalan pinjaman online yang pada akhirnya dapat mengganggu kehidupan pribadi dan pelaksanaan tugas. “Lebih baik kita melakukan pencegahan sejak dini. Jangan sampai ada anggota yang terjerumus judi online atau terlilit pinjaman online sehingga berdampak pada pelaksanaan tugas maupun citra Polri,” ungkapnya.
Polresta Sidoarjo, lanjut Rofik, berkomitmen memperkuat pengawasan dan pembinaan internal secara humanis namun tetap tegas. Langkah tersebut diharapkan mampu membentuk personel yang profesional, berintegritas, disiplin, serta Presisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Editor : Hidayat Adi