get app
inews
Aa Text
Read Next : Terdengar Dentuman, Pohon Beringin Puluhan Tahun Tumbang Timpa Pemotor di Blitar

Cegah Kekerasan Seksual Anak di Sidoarjo, Polisi Minta Orang Tua Perkuat Edukasi Body Safety

Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:23 WIB
header img
Foto ilustrasi, anak harus dilindungi dari kejahatan seksual. (Foto: Istimewa).

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Rumah dan lingkungan terdekat seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak. Namun, ancaman kekerasan seksual bisa datang dari siapa saja, termasuk orang yang sudah dikenal korban. Karena itu, orang tua diminta tidak lengah dan mulai membekali anak dengan pemahaman tentang perlindungan diri sejak usia dini.

Kasat PPA dan PPO Polresta Sidoarjo Kompol Rohmawati Laillah mengatakan, pencegahan kekerasan seksual terhadap anak tidak cukup hanya mengandalkan penanganan aparat penegak hukum. Peran orang tua dan lingkungan sangat penting dalam memberikan perlindungan kepada anak.

Menurutnya, orang tua perlu meningkatkan pengawasan, membangun komunikasi terbuka, sekaligus memberikan edukasi mengenai batasan tubuh atau body safety kepada anak. "Anak perlu diajarkan untuk mengenali bagian tubuh privat dan memahami bahwa tubuhnya memiliki batasan yang harus dihormati orang lain," ujar Rohmawati, Selasa (11/8/2026).

Salah satu edukasi yang dapat diberikan adalah mengenalkan bagian tubuh privat kepada anak. Anak perlu memahami bahwa bagian tubuh yang tertutup pakaian dalam tidak boleh dilihat atau disentuh orang lain tanpa alasan yang dapat dibenarkan.

Rohmawati juga menganjurkan orang tua menggunakan istilah medis yang benar ketika mengenalkan bagian tubuh kepada anak, termasuk alat kelamin. Dengan demikian, anak dapat menjelaskan secara jelas apabila mengalami sentuhan atau perlakuan yang tidak semestinya. "Gunakan istilah yang benar saat mengenalkan bagian tubuh kepada anak. Ini penting supaya ketika terjadi sesuatu yang tidak semestinya, anak bisa menyampaikan dengan jelas kepada orang tua," jelasnya.

Selain mengenali bagian tubuh privat, anak juga perlu dilatih berani mengatakan "tidak" atau menolak ajakan, sentuhan maupun perintah yang membuat mereka tidak nyaman. Hal tersebut berlaku kepada siapa pun, termasuk orang yang sudah dikenal anak.

Orang tua juga perlu memberikan pemahaman mengenai berbagai modus yang mungkin digunakan pelaku. Salah satunya dengan memberikan uang, makanan, mainan atau hadiah untuk mendapatkan kepercayaan anak. "Anak perlu diajarkan agar tidak menerima pemberian dari orang lain tanpa sepengetahuan atau izin orang tua," tegasnya.

Rohmawati juga mengingatkan pentingnya membangun pemahaman bahwa tidak boleh ada rahasia antara anak dan orang tua, terutama jika ada orang dewasa yang meminta anak merahasiakan sesuatu.

Anak harus didorong untuk segera bercerita kepada orang tua apabila ada seseorang yang meminta merahasiakan pemberian, pertemuan, ajakan atau perlakuan tertentu.

Pengawasan terhadap lingkungan anak juga menjadi bagian penting. Sebab, pelaku kekerasan seksual tidak selalu merupakan orang asing. Dalam sejumlah kasus, pelaku justru berasal dari lingkungan terdekat atau orang yang sudah dikenal korban.

Karena itu, anak usia dini sebaiknya tidak dibiarkan bermain sendirian di halaman maupun area publik tanpa pengawasan visual langsung dari orang tua.

Orang tua juga perlu menetapkan batasan mengenai ruang privat. Anak sebaiknya tidak diperbolehkan masuk ke kamar, rumah maupun kamar mandi milik tetangga tanpa didampingi orang tua atau orang dewasa yang dipercaya.

Di sisi lain, komunikasi antara orang tua dan anak menjadi kunci untuk mendeteksi potensi kekerasan seksual sejak dini. Orang tua perlu menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman agar anak tidak takut menceritakan pengalaman yang dialaminya. "Jangan langsung menyalahkan atau memarahi ketika anak bercerita. Dengarkan dan berikan rasa aman agar anak berani menyampaikan apa yang dialaminya," pesan Rohmawati.

Orang tua juga diminta memperhatikan perubahan perilaku anak. Sikap yang tiba-tiba menjadi penakut, murung, cemas atau menunjukkan ketakutan berlebihan terhadap orang tertentu patut menjadi perhatian.

Dengan pengawasan lingkungan, edukasi body safety, komunikasi terbuka serta deteksi dini perubahan perilaku, orang tua diharapkan mampu menjadi perlindungan pertama bagi anak dari ancaman kekerasan seksual.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut