get app
inews
Aa Text
Read Next : Kelompok LSL Paling Berisiko, Kasus HIV di Sidoarjo Capai Ribuan Orang

Ratusan ODHIV di Sidoarjo Tak Bisa Di-Follow Up, Dinkes Sidoarjo Masifkan Screening

Kamis, 23 Juli 2026 | 12:58 WIB
header img
Ilustrasi screening HIV. Foto:ist

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Screening terhadap kelompok berisiko terjangkit HIV terus dimasifkan oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo. Hal tersebut dilakukan untuk menekan angka penularan yang lebih tinggi pada kelompok berisiko maupun keluarga dan orang di sekitarnya. Tercatat sejak tahun 2020 hingga 2025, Dinas Kesehatan Sidoarjo memperluas jangkauan maupun jumlah orang yang discreening.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakshmie Herawati Yuwantina mengatakan, pihaknya melakukan screening sebanyak 60 kali dalam setahun. 30 dilakukan pada semester pertama, sedangkan 30 lagi dilakukan pada semester kedua. “Sejak tahun 2020 hingga 2025, screening kami lebih masif. Lebih luas jangkauan dan lebih banyak orang yang diperiksa,” ungkap Lakshmie, Rabu (22/7/2026). “Lokasi screening kami fokuskan di lokasi dan kelompok yang dianggap berisiko tinggi,” imbuhnya.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Sidoarjo, sejak tahun 2001 hingga Juli 2026, jumlah penderita HIV atau Orang Dengan HIV (ODHIV) mencapai 7.230 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 810 diantaranya LFU (Loss of Follow Up) alias tidak bisa di follow up lagi kondisinya. Penyebabnya beragam, diantaranya sebanyak 565 orang pindah dan berdomisili di luar kabupaten Sidoarjo, 52 orang menolak kembali untuk pengobatan, dan 193 orang yang sudah ditelusuri namun tidak ditemukan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, sehingga akan memaksimalkan sosialisasi maupun pendampingan kepada penderita HIV, agar mau kooperatif dan meneruskan pengobatan dengan ARV, untuk mencegah penularan virus ke orang lain. “Dari screening kami yang semakin luas dan banyak, sebenarnya jumlah ODHIV yang kami temukan relatif stabil dari tahun ke tahun, sekitar 600 orang per tahun,” jelas Lakshmie. “Harapan kami, para ODHIV bisa kooperatif dengan tetap terhubung dengan layanan kesehatan untuk pengobatan maupun pendampingan. Hal ini sangat membantu agar penularan HIV tidak semakin luas,” imbuh Lakshmie.

Lebih lanjut, Kadinkes mengimbau agar masayarakat lebih peduli terhadap penyebaran kasus HIV di Sidoarjo, namun tidak perlu takut berlebihan. Sebab penularan HIV hanya bisa terjadi pada kondisi tertentu, misal melalui cairan darah, hubungan seksual yang tidak sehat, serta bisa juga melalui ibu kepada bayinya melalui cairan ASI. “HIV itu cara penularannya spesifik. Virusnya tidak menular melalui udara, gigitan nyamuk, maupun air di kolam renang,” jelas Lakshmie. “Kita wajib waspada terhadap HIV, namun jangan takut berlebihan,” pungkasnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau lebih meningkatkan gaya hidup sehat dan memilih pergaulan yang sehat, agar jauh dari risiko penularan HIV.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut