Kelompok LSL Paling Berisiko, Kasus HIV di Sidoarjo Capai Ribuan Orang
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Berdasarkan data di Dinas Kesehatan kabupaten Sidoarjo, jumlah penderita HIV di Sidoarjo mencapai 7.230 kasus pada Juli 2026. Angka itu merupakan jumlah kumulatif sejak tahun 2001. Penderitanya tersebar mulai usai balita hingga dewasa.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo merinci penderita berdasarkan usia, yakni kelompok usia 0-10 tahun, sebanyak 117 kasus. Usia 11-17 tahun, 60 kasus, 18-24 tahun, 1.006 kasus, dan sisanya di atas 25 tahun sebanyak 6.047 kasus. Dari jumlah tersebut, sekitar 23,06 persen atau sebanayak 1.708 orang meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakshmie Herawati Yuwantina mengatakan, angka penderita HIV tersebut merupakan kumulatif dalam 25 tahun. Pernyataan itu sekaligus menampik isu bahwa ribuan orang terpapar HIV dalam tahun 2026. “Jadi data 7.230 penderita itu kumulatif ya, sekali lagi itu jumlah sejak tahun 2001 hingga 2026. Bukan hanya di tahun 2026,” tegas Lakshmie kepada awak media, Rabu (22/7/2026)
Lakshmie menambahkan, penularan HIV-AIDS ini bisa terjadi di berbagai kelompok. Namun ia menegaskan, kelompok paling berisiko adalah LSL atau Lelaki Seks dengan Lelaki. Data tersebut didapatkan berdasarkan pelacakan atau tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan maupun sejumlah pihak yang berfokus pada penanganan dan pendampingan orang dengan HIV (ODHIV). “Penularan penderita HIV itu terjadi di berbagai kelompok usia. Namun berdasarkan tracing, kelompok LSL yang terbanyak,” ungkap Lakshmie. “Penderita dengan riwayat LSL ini biasanya ada di usia 18 tahun ke atas,” imbuhnya.
Sementara menanggapi adanya penderita berusia balita dan pelajar, Lakshmie menyatakan penularan HIV biasanya terjadi dari Ibu yang menyusui anaknya. “Kalau usia balita itu biasanya tertular lewat ibu menyusui. Sehingga kita juga menyedian susu formula bagi bayi yang terpapar HIV tersebut,” ujarnya. “Kalau yang di usia pelajar, kita maksimalkan pendampingan. Salah satunya agar tidak putus mengonsumsi ARV, agar tingkat harapan hidupnya lebih tinggi,” pungkas Lakshmie.
Editor : Hidayat Adi