get app
inews
Aa Text
Read Next : Terdengar Dentuman, Pohon Beringin Puluhan Tahun Tumbang Timpa Pemotor di Blitar

Tak Ingin Warga Binaan Tertinggal, Lapas Porong Sidoarjo Buka Kesempatan Kejar Paket A, B dan C

Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:24 WIB
header img
Warga binaan lapas Porong mendapatkan kesempatan belajar untuk mendapatkan ijazah melalui kejar paket A,B dan C. (Foto: istimewa).

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Menjalani masa pidana bukan berarti harus berhenti belajar. Sebanyak 22 warga binaan Lapas Kelas I Surabaya atau yang biasa dikenal dengan Lapas Porong Sidoarjo tetap mendapat kesempatan mengenyam pendidikan melalui program Kejar Paket A, B, dan C yang digelar bekerja sama dengan PKBM Nurul Huda, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan pembelajaran yang berlangsung di Lapas Kelas I Surabaya tersebut menjadi bagian dari program pembinaan sekaligus upaya memenuhi hak warga binaan untuk memperoleh pendidikan sesuai jenjang yang ditempuh.

Para warga binaan mengikuti pembelajaran berdasarkan tingkat pendidikannya. Mulai dari Paket A yang setara dengan jenjang sekolah dasar (SD), Paket B setara sekolah menengah pertama (SMP), hingga Paket C yang setara sekolah menengah atas (SMA).

Meski harus menjalani masa pidana di balik tembok lapas, mereka tetap diberikan ruang untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Pendidikan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Lapas Kelas I Surabaya, Andik, mengatakan program pembinaan tidak hanya berorientasi pada masa warga binaan menjalani pidana. Lebih dari itu, pembinaan juga diarahkan untuk mempersiapkan mereka agar mampu kembali menjalani kehidupan secara positif di masyarakat. "Pembinaan tidak hanya berorientasi pada masa menjalani pidana, tetapi juga bagaimana WBP memiliki bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat," ujar Andik.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu hak warga binaan yang harus tetap dipenuhi. Karena itu, kesempatan mengikuti program Kejar Paket diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menambah pengetahuan sekaligus meningkatkan motivasi belajar.

"Hak untuk mendapatkan pendidikan tetap kami penuhi. Kami berharap melalui program Kejar Paket ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan ijazah, tetapi juga tumbuh motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri," katanya.

Andik menambahkan, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan mendorong kemandirian warga binaan. Dengan mengikuti pembelajaran, warga binaan dapat memanfaatkan waktu selama menjalani pembinaan untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pencapaian ijazah semata. Lebih jauh, pendidikan menjadi salah satu modal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

"Harapannya, setiap warga binaan yang nantinya bebas dapat membawa perubahan positif dan memiliki bekal untuk menjalani kehidupan kembali di tengah masyarakat," pungkasnya.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut