Diduga Kerap Jadi Lokasi Asusila Sesama Jenis, Warga Tutup Bekas Halte di Sidoarjo
SIDOARJO, SindoarjoiNews.id - Ruangan bekas halte kereta api di kawasan Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, mendadak menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Bangunan yang sudah lama tidak difungsikan itu diduga kerap dimanfaatkan sebagai tempat melakukan perbuatan asusila sehingga memicu keresahan warga sekitar.
Pantauan di lokasi, Senin (13/7/2026), bangunan berukuran sekitar 5 x 3 meter tersebut berada di sisi kiri Jalan Raya Gedangan dari arah Surabaya menuju Sidoarjo. Kondisinya tampak kumuh, tidak terawat, dan dipenuhi sampah.
Di sekitar ruangan juga ditemukan sejumlah botol bekas yang diduga bekas minuman beralkohol, serta beberapa bungkus dan alat kontrasepsi bekas. Sementara pada pintu masuk bangunan terlihat telah terpasang garis bertuliskan police line yang dipasang oleh warga.
Salah seorang warga sekitar, Reza, mengatakan penutupan dilakukan pada Minggu (12/7/2026) dini hari, setelah warga menerima banyak laporan mengenai aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.
"Kami bersama teman-teman komunitas melakukan penutupan dengan memasang police line. Selama ini kami sering menerima laporan dari warga yang mengaku memergoki dua orang sesama jenis berada di dalam ruangan tersebut. Selain itu juga ada laporan bahwa tempat itu diduga digunakan untuk aktivitas maksiat lainnya," ujar Reza, Senin (13/7/2026).
Menurut Reza, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, orang-orang yang datang ke lokasi diduga lebih dahulu membuat janji melalui grup WhatsApp maupun media sosial. Meski demikian, ia menegaskan informasi tersebut masih sebatas laporan warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sementara itu, warga lainnya, Efendi, mengaku pernah memergoki dua pria berada di dalam ruangan bekas halte tersebut saat hujan deras. "Awalnya saya kira hanya berteduh karena hujan deras. Tapi setelah lama tidak keluar, saya bersama beberapa warga mendekati lokasi. Saat itulah kami mendapati keduanya sedang melepas celana," tuturnya.
Ia menambahkan, kejadian serupa bukan hanya sekali terjadi. Beberapa kali ia melihat orang keluar masuk bangunan tersebut, namun tidak mengetahui identitas maupun asal mereka.
Terpisah, Kapolsek Gedangan AKP AA Gede Putra Wismana mengaku hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan penggunaan bangunan bekas halte itu sebagai lokasi perbuatan asusila. "Sampai saat ini kami belum menerima laporan terkait hal tersebut. Kalau memang ada informasi seperti itu, tentu akan kami cek dan tindaklanjuti," tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana maupun aktivitas yang meresahkan. Menurutnya, setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku sehingga dapat dipastikan kebenarannya dan diambil langkah penanganan yang diperlukan.
Editor : Hidayat Adi