get app
inews
Aa Text
Read Next : Dua Maling Tepergok Saat Curi Motor, Satu Pelaku Babak Belur Dihajar Warga

Pria Lansia di Kecamatan Gedangan, Sidoarjo Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar

Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:47 WIB
header img
Polisi memeriksa rumah lansia yang ditemukan tewas membusuk di Gedangan, Sidoarjo. Foto:ist

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Aroma tidak sedap yang tercium dari sebuah rumah di Perumahan Maspion Permata, Desa Bangah, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, mengungkap sebuah peristiwa duka. Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan telah meninggal dunia di dalam rumahnya pada Senin (3/8/2026) petang. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Korban diketahui bernama Misach Syahanamun (89). Lansia tersebut diduga meninggal dunia akibat sakit saat berada seorang diri di kediamannya.

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika seorang tetangga mencium bau menyengat yang berasal dari rumah korban. Kecurigaan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RW setempat untuk dilakukan pengecekan bersama warga.

Setelah beberapa kali mengetuk pintu namun tidak mendapat respons, Ketua RW bersama warga memutuskan membuka paksa pintu rumah. Saat masuk ke dalam, korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam kamar dengan posisi berada di bawah tempat tidur.

Penemuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Gedangan sekitar pukul 18.00 WIB. Personel Polsek Gedangan bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Sidoarjo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan medis atau visum.

Kanit Reskrim Polsek Gedangan Iptu Andri Tri Sasongko mengatakan, hasil pemeriksaan di lokasi tidak menemukan adanya indikasi tindak kriminal. Rumah korban juga diketahui dalam kondisi terkunci dari dalam. "Saat kami bersama Unit Identifikasi melakukan olah TKP, kondisi rumah terkunci dari dalam dan tidak ditemukan bekas kerusakan maupun tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak kriminal. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia karena sakit," ujar Iptu Andri, Selasa (4/8/2026).

Menurut Andri, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan di dalam rumah yang diduga rutin dikonsumsi korban selama menjalani pengobatan. Sementara itu, berdasarkan keterangan para tetangga, korban terakhir kali terlihat sekitar tiga hari sebelum ditemukan meninggal dunia. "Kondisi jenazah yang telah membusuk menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan warga. Informasi dari tetangga, korban terakhir kali terlihat sekitar tiga hari sebelumnya. Hal itu selaras dengan kondisi jenazah saat ditemukan. Namun demikian, kami tetap melakukan seluruh prosedur penyelidikan sesuai standar untuk memastikan penyebab kematian," jelasnya.

Keterangan tersebut juga diperkuat oleh anak korban, Jonathan Hebert, yang menyampaikan bahwa ayahnya telah lama menderita sakit akibat faktor usia dan tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Meski penyebab kematian diduga karena sakit, kepolisian tetap menjalankan seluruh prosedur penanganan sesuai ketentuan. Namun, pihak keluarga memutuskan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. "Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Kami menghormati keputusan tersebut karena berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi tindak pidana. Meski demikian, seluruh rangkaian penanganan, mulai olah TKP, pemeriksaan saksi hingga visum luar terhadap jenazah, tetap kami lakukan sesuai prosedur yang berlaku," pungkas Andri.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut