Adik Bacok Kakak Kandung di Kedungboto Taman Sidoarjo, Begini Kondisi Korban
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Warga di kawasan Kedungboto, Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Sidoarjo, geger, Jumat (1/5) siang. Seorang pria bernama Didik Hermanto, 37, terkapar bersimbah darah usai dibacok adik kandungnya sendiri menggunakan parang di depan rumah keluarga mereka.
Peristiwa penganiayaan berat itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dan menggemparkan warga sekitar. Korban mengalami luka serius di bagian kepala, tangan, dan perut akibat sabetan senjata tajam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula dari pertengkaran antara korban dengan adiknya, Elfian Efendy PY, 20, di dalam rumah mereka di wilayah Kedungboto. Kakak kandung keduanya, Iswahyudi, 47, sempat melerai cekcok tersebut.
Namun, Iswahyudi mengaku tidak menyangka pertengkaran itu berubah menjadi aksi brutal. “Saya sempat melerai karena saya kira masalahnya sudah selesai. Tapi setelah mendengar teriakan dan keluar rumah, saya lihat Didik sudah terluka parah, sementara Elfian masih membawa parang,” ujar Iswahyudi.
Melihat kondisi korban yang penuh luka, keluarga dan warga sekitar langsung memberikan pertolongan. Didik kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, aparat kepolisian dari Polsek Taman yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian. Polisi mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti berupa sebilah parang dan pakaian korban.
Kapolsek Taman Kompol Kanisius Franata mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait motif penganiayaan tersebut. “Terduga pelaku telah kami amankan di Polsek Taman bersama barang bukti. Saat ini kasus masih kami dalami untuk proses hukum lebih lanjut, termasuk motif yang melatarbelakangi penganiayaan tersebut,” tegas Kompol Kanisius, Minggu (3/5).
Selain mengamankan pelaku, polisi juga telah melakukan Visum Et Repertum (VER) terhadap korban untuk kepentingan penyidikan. Hingga kini, kondisi korban masih menjalani perawatan medis akibat luka bacok yang cukup serius.
Editor : Aini Arifin