Mengenal Ritual Sakral Menusuk Sima Penanda Lahirnya Nganjuk yang Terus Hidup di Era Modern
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa Manusuk Sima memiliki makna lebih dalam dibanding sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, ritual ini menjadi pengingat kuat akan nilai kebersamaan yang telah mengakar sejak masa lampau. “Sejak dulu masyarakat Nganjuk itu kuat di kebersamaan. Ini yang harus terus dijaga untuk membangun daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan, semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. “Ibarat lidi, kalau sendiri-sendiri tidak kuat. Tapi kalau bersatu, akan jauh lebih efektif,” imbuhnya.
Lebih dari sekadar napak tilas sejarah, peringatan Hari Jadi Nganjuk melalui Manusuk Sima diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya. “Di tengah arus modernisasi, nilai-nilai persatuan dan identitas lokal menjadi kunci agar sejarah tidak hanya dikenang, tetapi juga terus hidup dalam praktik kehidupan sehari-hari,” pungkas Marhaen.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan