PLN Pastikan Listrik Bali Aman Jelang Nyepi dan Idulfitri
Pengecekan juga dilakukan di pusat aktivitas ekonomi seperti Trans Studio Mall Bali. General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, memastikan kualitas layanan bagi pelanggan besar tetap terjaga. Dalam kunjungan tersebut, Made dari manajemen mall memberikan testimoninya, “Pelayanan PLN sangat baik. Kami jarang sekali mengalami pemadaman, sehingga operasional usaha di mall ini berjalan lancar.”
Eric mencatat adanya peningkatan pengunjung secara signifikan menjelang Ramadan, terutama saat waktu berbuka puasa. Ia berujar, “Sejak seminggu terakhir sebelum Ramadan, pengunjung mulai meningkat. Bahkan area parkir sering penuh terutama menjelang waktu berbuka puasa.” Guna menjaga stabilitas di lokasi tersebut, Manager PLN UP3 Bali Selatan, Alex, menerapkan sistem jaringan spindle yang berlapis. Alex menjelaskan, “Kami membuat sistem jaringan spindle sehingga jika terjadi gangguan pada salah satu jaringan, suplai listrik dapat segera dialihkan tanpa dirasakan oleh pelanggan.”
Di sisi lain, Direktur Utama PLN Icon Plus, Anton, berencana meningkatkan fasilitas SPKLU di lokasi tersebut menjadi tipe fast charging. “Saat ini sudah tersedia tiga SPKLU tipe medium dan cukup ramai digunakan. Ke depan kami berencana meningkatkan kapasitasnya menjadi fast charging dan ultra fast charging agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna,” ujarnya. Anton juga menambahkan bahwa penggunaan PLTS atap di mall membantu bauran energi hijau, “Konsep ini tidak hanya meningkatkan keandalan listrik di lokasi, tetapi juga membantu meningkatkan bauran energi hijau di Bali.”
Manajer UP2B Bali, Komang Teddy Indra Kusuma, memastikan cadangan daya aman di atas 20 persen dan menunda pekerjaan pemeliharaan selama periode siaga. Ia memaparkan, “Secara umum sistem kelistrikan di subsistem Bali dalam kondisi aman. Cadangan operasi juga cukup, lebih dari 20 persen atau sekitar 300 megawatt untuk menghadapi periode siaga Ramadan, Idulfitri, dan Nyepi.” Hal senada disampaikan Manajer Indonesia Power UBP Bali, I Made Harta Yasa, “Seluruh pembangkit dalam kondisi siap operasi dengan energi primer yang cukup. Dengan kondisi ini kami optimistis dapat menjaga keandalan pasokan listrik selama masa siaga Nyepi dan Idulfitri.”
EVP Pengembangan Produk Niaga PLN, Nayuzrizal, menilai Bali sangat potensial menjadi pusat ekosistem kendaraan listrik dunia. Menurutnya, “Pengembangan kendaraan listrik tidak hanya menghadirkan kemudahan mobilitas, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.”
Gubernur Bali, I Wayan Koster, menegaskan komitmen daerah dalam penggunaan energi bersih melalui regulasi yang sudah ada. Koster menekankan, “Bali harus bersih dan ramah lingkungan. Salah satu cara mengurangi polusi adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dan memperbanyak kendaraan listrik.” Ia juga berencana menjadikan instansi pemerintah sebagai contoh penggunaan kendaraan listrik mulai 2027. “Kami ingin pemerintah menjadi contoh terlebih dahulu agar masyarakat juga ikut beralih ke kendaraan listrik,” katanya. Koster meyakini lingkungan yang bersih akan memperkuat citra pariwisata Bali, “Bali adalah destinasi wisata dunia. Jika energi dan transportasinya ramah lingkungan, citra pariwisata Bali akan semakin kuat.”
Kolaborasi ini memastikan masyarakat dan wisatawan dapat merayakan Nyepi serta Idulfitri dengan aman, nyaman, dan berkelanjutan di Pulau Dewata.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar