Cegah Dampak Konflik Timur Tengah, Pengusaha Didorong Lebih Kreatif dan Cerdas Cari Pasar Potensial
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Para pengusaha di Kabupaten Sidoarjo diharapkan bisa mengantisipasi sejak awal dampak konflik di timur tengah, yang diakibatkan perang antara Israel dan Amerika melawan Iran.
Meski secara langsung Indonesia tidak terdampak, namun ketegangan poltik sejumlah negara timur tengah, berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, terutama di sektor industri. Sebagai kabupaten yang memiliki sekitar 7.000 perusahaan, baik yang dimiliki asing maupun anak bangsa, antisipasi tersebut perlu dilakukan sejak dini.
Hal tersebut disampaikan ketua kamar dagang dan industri (Kadin) Sidoarjo, Ubaidillah Nurdin, dalam forum tadarus jurnalistik yang diadakan Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas), Jumat (6/3/2026) malam. Agenda tahunan setiap Ramadan tersebut, dihadiri sejumlah pengusaha UMKM dan Mahasiswa.
Selain ketua Kadin Sidoarjo, narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Muhammad Bahrul Amig, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo. Kali ini, tema yang diangkat adalah seputar strategi pembangunan kabupaten Sidoarjo, khususnya di bidang ekonomi, di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sejak perang antara Israel dan Amerika melawan Iran meletus pada 28 Februari 2026, ketegangan di timur tengah meningkat. Imbasnya, fakta menunjukkan kondisi pasar global kacau. Di Indonesia, hal itu setidaknya bisa dilihat dari anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hampir menyentuh angka lima persen.
Kondisi itu terjadi sejak hari pertama perang terjadi, hingga hari kelima (antara tanggal 28 Februari hingga 4 Maret 2026). Apalagi Iran telah menutup selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Sehingga memicu kekhawatiran terhadap krisis energi global. Menurut ketua Kadin Sidoarjo, sejumlah perusahaan di Sidoarjo memiliki kontribusi terhadap ekspor Indonesia.
Ubaidillah menyebut, konflik timur tengah pasti akan ada dampak pada perekonomian di Indonesia, tak terkecuali Sidoarjo. Oleh karenanya, para pengusaha harus melakukan antisipasi dampak lanjutan dari konflik tersebut.
Editor : Aini Arifin