Tujuh Sapi Warga Nganjuk Mati Mendadak Diduga Diracun, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
Farikah, salah satu korban, mengatakan kematian ternak tidak terjadi satu kali. “Dalam tiga bulan terakhir, empat sapi saya mati mendadak dengan ciri-ciri yang sama, kejang-kejang dan matanya melotot. Kalau ditotal, kerugiannya sekitar Rp70 juta,” ujar Farikah.
Merasa ada kejanggalan, para korban bersama warga kemudian mendatangi tempat kos pria yang dicurigai tersebut untuk meminta penjelasan. Setelah didesak, yang bersangkutan mengakui perbuatannya di hadapan warga. Saat dilakukan pengecekan di kamar kos, warga menemukan tiga bungkus obat yang diduga digunakan sebagai racun ternak.
Soim, korban lainnya, membenarkan adanya pengakuan tersebut. “Saya ikut menanyai langsung. Dia mengaku telah meracuni sapi-sapi milik warga di desa ini,” kata Soim.
Atas dasar pengakuan dan temuan tersebut, para korban bersama warga melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Loceret. Saat ini, terduga pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan motif perbuatan serta kandungan zat yang digunakan dalam dugaan peracunan ternak tersebut.
Editor : Aini Arifin