get app
inews
Aa Text
Read Next : Diduga Cranium Manusia Purba Ditemukan di Hutan Tritik Rejoso Nganjuk

Tujuh Sapi Warga Nganjuk Mati Mendadak Diduga Diracun, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:30 WIB
header img
Warga Nganjuk tunjukan kandang tempat sapi mati mendadak. Foto:ist.

NGANJUK, iNews.Sidoarjo.id - Sebanyak tujuh ekor sapi milik warga Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mati secara mendadak. Kematian ternak tersebut diduga akibat peracunan, setelah sapi memakan rumput dan minum air yang tercemar zat berbahaya.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (9/1/2026) dan menimbulkan keresahan warga. Tujuh sapi yang mati masing-masing milik Farikah sebanyak empat ekor, Ikram satu ekor, Mitoyo satu ekor, dan Soim satu ekor. Seluruh pemilik merupakan warga setempat. Peristiwa bermula ketika warga melihat seorang pria, warga desa setempat, kerap berada di sekitar kandang sapi.

Tidak lama kemudian, sejumlah sapi mendadak mengamuk, mengalami kejang-kejang, mata melotot, lalu ambruk dan mati. Salah satu pemilik sapi sempat menyembelih ternaknya dengan harapan masih dapat dijual ke jagal. Namun saat hendak menjual sapi melalui perantara atau blantik, orang yang datang justru orang yang sebelumnya terlihat berada di sekitar kandang.

Karena kondisi sapi sudah disembelih, ternak tersebut akhirnya dijual dengan harga jauh di bawah pasaran, sehingga kecurigaan warga semakin menguat.

Farikah, salah satu korban, mengatakan kematian ternak tidak terjadi satu kali. “Dalam tiga bulan terakhir, empat sapi saya mati mendadak dengan ciri-ciri yang sama, kejang-kejang dan matanya melotot. Kalau ditotal, kerugiannya sekitar Rp70 juta,” ujar Farikah.

Merasa ada kejanggalan, para korban bersama warga kemudian mendatangi tempat kos pria yang dicurigai tersebut untuk meminta penjelasan. Setelah didesak, yang bersangkutan mengakui perbuatannya di hadapan warga. Saat dilakukan pengecekan di kamar kos, warga menemukan tiga bungkus obat yang diduga digunakan sebagai racun ternak.

Soim, korban lainnya, membenarkan adanya pengakuan tersebut. “Saya ikut menanyai langsung. Dia mengaku telah meracuni sapi-sapi milik warga di desa ini,” kata Soim.

Atas dasar pengakuan dan temuan tersebut, para korban bersama warga melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Loceret. Saat ini, terduga pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan motif perbuatan serta kandungan zat yang digunakan dalam dugaan peracunan ternak tersebut.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut