get app
inews
Aa Text
Read Next : Tragedi di Sungai Pucang Sidoarjo, Bocah 12 Tahun Hanyut dan Tenggelam

Kisah Kompeni Belanda Usir Etnis Tianghoa hingga Kuras Harta Pribumi Bagelen

Kamis, 07 Desember 2023 | 11:22 WIB
header img
Potret kekejaman Belanda menjajah, menguras harta dan menangkap Pangeran Diponegoro. Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsSidoarjo.id – Komisioner Belanda mengatur sedemikian rupa cukai di wilayah barat yang diambil alih pemerintah kolonial. Konon saat itu beberapa wilayah di barat yaitu Bagelen dan Banyumas harus merasakan dampak hal tersebut. Konon Peter Carey dalam "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 - 1855" menggambarkan bagaimana orang Belanda beruntung bisa menggarap orang Jawa yang ditindas melalui sistem gerbang cukai, dikutip dari sindonews.com pada Kamis (7/12/2023).

Sistem ini berlangsung begitu lama dan mereka pemerintah kolonial menutup laporan mengenai adanya potensi-potensi gangguan keamanan dan dampak yang ditakutkan.

Pemerintah kolonial justru menganggap sepi peringatan penting ini. Pasalnya meningkatnya angka keuntungan sampai hampir tiga kali lipat dari gerbang cukai hasil bumi Yogya antara 1816-1824 telah membutakan mata mereka atas kenyataan bahwa keberadaan bandar itu nyata - nyata telah melumpuhkan kegiatan perdagangan.

Bahkan pada Oktober 1824, komisioner itu merekomendasikan penghapusan segera semua pos-pos bea cukai di dalam suatu wilayah. Mereka mengusulkan agar pemerintahan Eropa membayar ganti rugi atas pendapatan yang hilang dengan menganeksasi provinsi-provinsi di wilayah barat, yaitu Bagelen dan Banyumas.

Komisioner Belanda mengatur sedemikian rupa cukai di wilayah barat yang diambil alih pemerintah kolonial. Konon saat itu beberapa wilayah di barat yaitu Bagelen dan Banyumas harus merasakan dampak hal tersebut.

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut