3,7 Ton Bahan Peledak, Hancurkan Gedung Pencakar Langit

Rahman Asmardika , Okezone
.
Senin, 29 Agustus 2022 | 13:05 WIB
Dua gedung pencakar langit runtuh setelah diledakkan karena diputuskan melanggar aturan bangunan di Noida, India, 28 Agustus 2022. (Foto: Reuters)

NOIDA, iNewsSidoarjo.id-Pihak berwenang India pada Minggu (28/8/2022) menghancurkan dua gedung pencakar langit yang dibangun secara ilegal di dekat Ibu Kota New Delhi.

Kedua gedung, yang merupakan bangunan tertinggi yang pernah dirobohkan di India, diratakan menjadi tumpukan puing-puing hanya dalam waktu 10 detik.

Dikutip dari okezone.com, kerumunan yang menyaksikan keruntuhan dari atap di gedung-gedung tinggi di dekatnya bersorak dan bertepuk tangan ketika menara setinggi 103 meter runtuh dari pembongkaran yang terkendali dan debu menyelimuti area perumahan.

Mahkamah Agung tahun lalu memerintahkan pembongkaran menara di daerah Noida setelah sengketa hukum yang panjang menemukan bahwa kedua gedung itu melanggar beberapa peraturan bangunan dan norma keselamatan kebakaran.

Lebih dari 3.700 kg bahan peledak digunakan dalam penghancuran pada Minggu, sekira pukul 14.30 waktu setempat, kata pejabat kepada media lokal.

Bahan peledak yang ditempatkan secara strategis dimaksudkan untuk memastikan kerusakan minimal di daerah tersebut.

Polisi mengatakan mereka sedang menilai apakah ada kerusakan yang terjadi. Warga sekitar mengatakan mereka akan memeriksa apakah properti mereka telah rusak.

Pembongkaran seperti itu jarang terjadi di India meskipun konstruksi ilegal merajalela, demikian diwartakan Reuters.

Ribuan orang telah mengosongkan apartemen mereka di dekat lokasi ledakan selama sekira 10 jam, dan sejumlah polisi dan personel darurat dikerahkan untuk menghancurkan menara yang berisi 850 apartemen kosong.

Lalu lintas perlahan dipulihkan dan petugas pemadam kebakaran menggunakan alat penyiram air untuk menurunkan tingkat debu di sekitar menara Apex dan Ceyane, yang berdiri di tepi jalan raya sibuk yang menghubungkan negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh, ke ibu kota.

Beberapa bangunan di sekitarnya ditutupi lembaran plastik putih untuk melindungi mereka dari puing-puing. Di Twitter, banyak orang mengatakan keputusan meledakkan menara adalah tindakan tegas terhadap korupsi dan akan menjadi contoh dan peringatan bagi pembangun dan perusahaan konstruksi.

Ledakan itu diperkirakan meninggalkan lebih dari 80.000 ton puing, sebagian besar akan digunakan untuk mengisi situs dan sisanya untuk didaur ulang.

Beberapa keluarga pindah ke tempat yang aman pada Sabtu (27/8/2022), takut polusi yang meningkat dan bahaya kesehatan dari puing-puing besar.

Sudeep Roy, pemilik apartemen empat kamar di gedung bertingkat rendah di dekatnya, mengatakan dia memesan kamar hotel minggu lalu untuk menghabiskan malam bersama keluarga dan teman.

"Yang terbaik adalah menjauh dari lokasi ledakan selama 24 jam karena udara akan menjadi beracun dan kita tidak tahu bagaimana hal itu dapat mempengaruhi kesehatan kita," kata Roy, seorang insinyur mesin dan ayah dari anak laki-laki kembar, salah satunya menderita dari asma.iNewsSidoarjo

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Follow Berita iNews Sidoarjo di Google News

Bagikan Artikel Ini