BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Sebanyak 1.500 kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar mengikuti Musyawarah Anak Cabang (Musancap) yang digelar di salah satu aula kawasan Kampung Coklat, Kademangan, Kabupaten Blitar, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan konsolidasi organisasi tersebut digelar selama dua hari, yakni Sabtu (8/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026). Pelaksanaan Musancap dibagi berdasarkan daerah pemilihan (dapil) untuk memilih sekaligus menyusun kepengurusan di tingkat kecamatan.
Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar Muhammad Rifa’i mengatakan, Musancap digelar sebagai bagian dari proses regenerasi dan penataan struktur organisasi partai hingga tingkat kecamatan. "Musancap ini kita gelar selama dua hari, hari Sabtu tanggal 8 dan besok hari Minggu tanggal 9. Kita bagi dua per dapil. Hari ini total ada 12 tempat dan besok ada 11, semuanya di Kampung Coklat ini," ujar Rifa’i.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan melakukan regenerasi kepengurusan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menyusun target politik PKB Kabupaten Blitar dalam lima tahun ke depan. "Di samping sebagai upaya untuk regenerasi dan strukturalisasi di tingkat kecamatan, kita juga menata ke depan. Dimulai dari awal kepengurusan ini, kita tata target PKB ke depan. Setelah ini akan kita tindak lanjuti dengan melaksanakan raker bersama DPC maupun dengan DPAC yang terpilih," katanya.
Rifa’i menegaskan, PKB Kabupaten Blitar menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang. Saat ini PKB memiliki 11 kursi di DPRD Kabupaten Blitar. "Untuk lima tahun yang akan datang, target kita perolehan kursi harus naik. Dari yang kemarin 11, kita menargetkan mengembalikan suara dan kursi kita seperti waktu pemilu yang pertama, ada 13 sampai 14. Itu target kita," tegasnya.
Selain meningkatkan perolehan kursi legislatif, PKB Kabupaten Blitar juga menargetkan kemenangan dalam kontestasi Pilkada mendatang. "Dan yang pasti kita juga harus menang Pilkada. Bagaimana caranya, nanti kita tata dalam raker-raker tiap tahunan," imbuhnya.
Pihaknya juga melakukan regenerasi Pengurus, Libatkan Generasi Muda. Rifa’i mengatakan, regenerasi kepengurusan menjadi salah satu instruksi dari DPP maupun DPW PKB yang harus dilaksanakan di tingkat kabupaten dan kota.
Ia menyebut, kepengurusan DPC PKB Kabupaten Blitar ke depan akan memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda. Namun, regenerasi tersebut tidak berarti menghilangkan peran kader senior. "Kita sudah banyak melibatkan generasi muda dalam kepengurusan DPC. Bukan berarti kita membuang generasi yang lama, tetapi generasi yang senior kita naikkan dan dudukkan di jajaran syuro sebagai dewan pertimbangan," jelasnya.
Sementara untuk jajaran tanfidz yang bertugas sebagai pelaksana organisasi, lanjut Rifa’i, akan lebih banyak diisi oleh kader muda. "Kalau tanfidz sebagai pelaksana, memang harus anak-anak muda," pungkasnya.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan
Artikel Terkait
