Drone Kamikaze FPV Buatan STTAL Disiapkan Hadapi Perang Gerilya Laut dan Serangan Swarm Drone

Yoyok Agusta
Drone Kamikaze FPV Buatan STTAL. Foto:Ist

Menurutnya, perkembangan teknologi militer dunia menunjukkan penggunaan sistem tanpa awak semakin dominan sehingga riset di bidang tersebut harus terus diperkuat. "Saat ini pengembangan sudah menggunakan basis Artificial Intelligence dan unmanned system karena peperangan modern semakin banyak menggunakan sistem tanpa awak yang efektif dan efisien," ujarnya.

Selain AI dan sistem tanpa awak, STTAL juga terus mengembangkan kemampuan di bidang siber dan hidro-oseanografi untuk mendukung operasi di wilayah perairan Indonesia yang sangat luas. "Kami juga mengembangkan kemampuan di bidang siber dan hidro-oseanografi karena pemahaman kondisi perairan Indonesia sangat penting bagi pertahanan maritim," tambahnya.

Muhammad Ali berharap inovasi yang dihasilkan dosen dan mahasiswa STTAL tidak berhenti sebagai riset akademik, tetapi dapat diterapkan dalam pengembangan taktik dan strategi TNI Angkatan Laut di masa depan. "Ke depan kami berharap mereka mampu menciptakan inovasi baru untuk mengembangkan taktik dan strategi peperangan modern," tandasnya.

Pengembangan drone kamikaze FPV menjadi salah satu bukti transformasi STTAL dalam mendorong lahirnya teknologi pertahanan karya anak bangsa yang adaptif terhadap dinamika peperangan modern serta mampu memperkuat kesiapan operasional TNI Angkatan Laut.

Editor : Hidayat Adi

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network