Mengenal Ritual Sakral Menusuk Sima Penanda Lahirnya Nganjuk yang Terus Hidup di Era Modern

Johnarief
Prosesi ritual menusuk sima di Kabupaten Nganjuk. Foto:ist

NGANJUK, iNewsSidoarjo.id-Di tengah suasana khidmat kawasan Candi Lor, jejak sejarah kembali dihidupkan melalui ritual Manusuk Sima, sebuah tradisi sakral yang menjadi bagian tak terpisahkan dari peringatan Hari Jadi Nganjuk. Tahun ini, peringatan ke-1089 tersebut tak sekadar seremoni, tetapi juga momentum refleksi atas akar sejarah dan jati diri daerah.

Secara historis, Manusuk Sima merupakan ritual penetapan tanah perdikan atau wilayah bebas pajak pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Tradisi ini merujuk pada kisah yang tertulis dalam Prasasti Anjuk Ladang, yang mencatat kemenangan pasukan Mpu Sindok berkat dukungan dari Mpu Anjuk Ladang. Sebagai bentuk penghargaan, wilayah tersebut kemudian ditetapkan sebagai tanah sima, sebuah tonggak penting yang diyakini menjadi awal lahirnya kawasan yang kini dikenal sebagai Nganjuk.

Dalam pelaksanaannya, Manusuk Sima bukan sekadar pertunjukan budaya. Prosesi ini sarat makna filosofis yang diwariskan lintas generasi. Tahapan ritual dimulai dari pemasangan pasak sebagai simbol peneguhan wilayah, dilanjutkan dengan banting telur (banting hantelu), penyembelihan ayam (nigas guling hayam), hingga penyebaran abu (awur-awur awu).

Setiap tahap mencerminkan komitmen, pengorbanan, serta kesepakatan bersama yang harus dijaga oleh masyarakat.

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network