Ia juga menekankan bahwa forum tersebut tidak sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan diaspora, sekaligus menjaring potensi kolaborasi di berbagai sektor, termasuk ekonomi dan investasi.
Sementara itu, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen Kelembagaan Didik, Suhardi, mewakili diaspora yang hadir, menyoroti pentingnya kontribusi diaspora berbasis kapasitas dan keahlian masing-masing. Dalam paparannya, pria asli kelahiran Desa Kwagean Kecamatan Loceret tersebut menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Ia mendorong adanya dukungan konkret bagi generasi muda, khususnya dari keluarga kurang mampu namun berpotensi. “Tidak ada negara yang maju tanpa investasi serius pada pengembangan SDM. Diaspora memiliki posisi strategis untuk membuka akses, jejaring, dan peluang bagi generasi muda di daerah,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen diaspora untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan Nganjuk, baik melalui sektor pendidikan, pendampingan karier, maupun dukungan kebijakan berbasis pengalaman di tingkat nasional. Temu Kangen Diaspora Nganjuk 2026 diharapkan menjadi titik awal penguatan jejaring kolaboratif, antara pemerintah daerah dan diaspora, guna mendorong percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Nganjuk
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan
Artikel Terkait
