Selain mengangkut sound horeg dengan estimasi berat mencapai satu ton, perahu tersebut juga dinaiki lebih dari 10 orang.
Saat kejadian, sound system diketahui sedang memutar musik dan beberapa warga terlihat berjoget di atas perahu yang melintas di sungai. “Kira-kira berat sound saja sekitar satu ton. Yang naik di atas perahu mungkin lebih dari 10 orang. Sound-nya milik JL Jombang kalau tidak salah,” tambah Imam.
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh warga berhasil menyelamatkan diri, sementara peralatan sound berhasil dievakuasi dengan bantuan warga sekitar. Pihak kepolisian bersama aparat setempat langsung melakukan pengamanan dan pemantauan di lokasi menggunakan perahu karet.
Imam menegaskan, hanya satu perahu yang mengalami insiden tenggelam, sedangkan perahu lainnya dalam kondisi aman. “Yang tenggelam hanya satu perahu. Perahu satunya yang juga membawa sound masih aman,” tegasnya.
Meski sempat terjadi insiden, rangkaian kegiatan Nyadran tetap dilanjutkan. Tradisi tahunan yang digelar menjelang bulan suci Ramadan tersebut tetap berlangsung dengan pengawasan ketat dari aparat demi keselamatan warga.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
