jahe segar dipotong, dicampur gula aren dan aneka rempah lain, agar menjadi minuman serbuk yang nikmat dan sehat. Foto:ist.
Pelatihan mengolah jamu menjadi serbuk kekinian dan siap minum tersebut merupakan salah satu bentuk Community Service Skill (CSS) atau semacam pengabdian masyarakat yang dilakukan SMK 10 November Sidoarjo. Motivasi pelatihan membuat jamu serbuk tersebut karena selama ini bahan herbal yang banyak memiliki kandungan Kesehatan, jarang disukai karena rasanya yang tidak enak.
Dalam pelatihan itu, para peserta diberikan cara bagaimana mengolah herbal jahe menjadi manis dan rasanya nikmat. “Generasi muda saat ini cenderung tidak mau olahan herbal karena rasanya tidak enak. Maka kami berusaha mengolahnya dengan berbagai bahan dan gula, agar rasanya lebih nikmat dan manis,” ujar Citra, guru di bidang kefarmasian SMK 10 November.
“Namun, kita tidak menggunakan gula pasir, kita gunakan gula aren, karena lebih sehat,” imbuh Citra. Tak hanya jahe, sejumlah bahan herbal ditambahkan dalam pengolahan serbuk herbal tersebut. Seperti cengkeh, serai dan kayu manis. “Sejumlah bahan herbal juga kita tambahkan, agar memiliki tambahan khasiat untuk menyehatkan tubuh,” ujar Ayu Dwi Antika, salah satu guru yang ikut memberi pelatihan.
Selain pelatihan membuat herbal serbuk untuk dikonsumsi, salah satu tujuan kegiatan ini adalah membuat perempuan berdaya. Dengan memiliki ilmu dan bekal pelatihan tersebut, para ibu rumah tangga diharapkan bisa juga menjual hasil olahannya, sebagai tambahan penghasilan untuk keluarga. “Salah satu motivasi kami dalam pengabdian masyarakat ini adalah menjadikan perempuan berdaya. Para ibu bisa menjual hasil olahan serbuk jahe ini, agar bisa mendapatkan income tambahan,“ pungkas Ayu.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
